Fakultas Industri Kreatif – Telkom University Kampus Bandung

Dzakwan Dhiya'ulhaq

Pameran Merah Delima Digelar Kembali Tahun ini, Mengusung Tema “FLAME” Reclaiming the Space of Beauty

Fakultas Industri Kreatif Telkom University kembali menghadirkan pameran internasional tahunan Merah Delima dengan tema “FLAME: Reclaiming the Space of Beauty”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 25 Agustus 2025 di Galeri Idealoka, Fakultas Industri Kreatif Telkom University, sebagai ruang bagi seniman, dosen, dan akademisi untuk merepresentasikan gagasan tentang kecantikan yang plural, lentur, personal, dan membebaskan.

Pameran ini tidak hanya menampilkan karya seni tetapi juga menghadirkan sesi presentasi kuratorial dari Axel Ramadhan Ridzky, M.Sn., dan Assoc. Prof. Ahamad Tarmizi bin Azizan, PsD. Selain itu, acara ini juga menghadirkan pertunjukan seni tunggal oleh Dr. Ranti Rachmawanti. Dalam penampilannya, ia mengeksplorasi simbol, gerak tubuh, serta penggunaan media sederhana seperti lilin dan topeng. Pertunjukan ini memberi pengalaman emosional yang kuat, menghadirkan refleksi tentang kehidupan, identitas, serta hubungan manusia dengan simbol-simbol keseharian.

Ketua Pelaksana Pameran Merah Delima 2025, Dr. Ranti Rachmawanti, menyampaikan, “Pameran Merah Delima ini merupakan sarana bagi para dosen wanita untuk mengekspresikan gagasan, pikiran, dan perasaannya dalam bentuk karya seni. Pada tahun ini, tema Flame: Reclaiming the Space of Beauty berupaya untuk mengambil kembali ruang dirinya dengan merepresentasikan simbol api dalam dirinya. Harapannya, pameran ini menjadi ajang yang berkelanjutan di masa depan, sebagai pameran internasional dari FIK.”

“FLAME: Reclaiming the Space of Beauty” menjadi ajang bagi para akademisi perempuan untuk merayakan keberadaan mereka, berbagi ide, serta menyalakan kembali api dalam diri yang menghadirkan kecantikan sebagai ruang wacana, perlawanan, dan kelembutan. Dengan semangat ini, pameran Merah Delima 2025 memperkuat peran pendidikan seni dalam memajukan diskursus perempuan di ranah seni dan budaya, baik nasional maupun internasional.

Pameran Merah Delima Digelar Kembali Tahun ini, Mengusung Tema “FLAME” Reclaiming the Space of Beauty Read More »

Kolaborasi-Internasional-Fakultas-Industri-Kreatif-Telkom-University-dan-UiTM-Malaysia

Kolaborasi Internasional Fakultas Industri Kreatif dan UiTM Malaysia

Fakultas Industri Kreatif Telkom University bekerja sama dengan College of Creative Arts dan Faculty of Architecture Universiti Teknologi MARA (UiTM) Perak, Malaysia. Kolaborasi ini diwujudkan dalam Joint Class Internasional yang digelar pada Selasa, 17 Juni 2025. Kegiatan berlangsung secara hybrid di Telkom University dan daring melalui Zoom.

Program ini menghadirkan sesi-sesi kolaboratif lintas bidang seperti desain komunikasi visual, arsitektur, dan desain interior. Topik bahasan mencakup Branding × Copywriting, UI/UX × Branding Design Issues, serta arsitektur Indonesia-Malaysia. Setiap sesi difasilitasi oleh dosen dari kedua institusi secara bersama.

Kegiatan ini membuka ruang dialog budaya, pertukaran gagasan, dan penguatan jejaring akademik internasional. Selain memperluas wawasan mahasiswa, kolaborasi ini menjadi fondasi kerja sama jangka panjang. Program ini juga menunjukkan komitmen Telkom University dalam mendukung pendidikan global yang inklusif.

Kolaborasi Internasional Fakultas Industri Kreatif dan UiTM Malaysia Read More »

Perancangan Desain Pasar Modern dalam Meningkatkan Aksesibilitas di Desa Cipagalo Pendekatan Interaksi Sosial Masyarakat

Perancangan Desain Pasar Modern dalam Meningkatkan Aksesibilitas di Desa Cipagalo Pendekatan Interaksi Sosial Masyarakat

Oleh : Santi Salayanti, Vany Octaviany, Syarip Hidayat, Rexha Septine Feril Nanda
Fakultas Industri Kreatif & Fakultas Komunikasi Sosial Telkom University

Kapan Kegiatan Abdimas ini berlangsung?

Selasa 1 Juli 2025 di Jl Ciganitri Mukti N0 161, Terusan Buah Batu. , Cipagalo, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Apa latar belakangnya?

Desa Cipagalo terletak di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Desa ini memiliki karakteristik wilayah yang strategis karena berdekatan dengan pusat kota Bandung, menjadikannya potensial untuk pengembangan sebagai desa wisata berbasis kearifan lokal dan ekonomi kreatif. Terdapat ruang publik yang berada pada lokasi di Desa Cipagalo memiliki peran penting dalam membangun interaksi sosial dan memperkuat karakter masyarakat. Diperlukan untuk menganalisis pengaruh optimalisasi ruang publik di Sentra Kuliner terhadap pembentukan karakter sosial masyarakat Desa Cipagalo.

Kondisi kawasan yang menjadi fokus perancangan pasar modern terletak berdampingan dengan fasilitas olahraga yang sudah ada, yaitu lapangan volly atau basket dan lapangan futsal. Kehadiran kedua fasilitas ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah menjadi pusat interaksi sosial dan aktivitas komunitas, khususnya bagi kalangan muda dan keluarga. Dibutuhkan sebagai fasilitas pelengkap pasar moderen yang representatif dan terorganisir secara modern di kawasan ini membuat potensi ekonomi lokal belum tergarap secara optimal. Hal ini dikarenakan pasar tradisional yang ada di sekitar Desa Cipagalo cenderung tidak terintegrasi dengan baik, memiliki fasilitas yang kurang memadai, serta belum mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan kenyamanan, kebersihan, dan keamanan saat berbelanja. Selain itu, banyak pelaku UMKM lokal dan pedagang kecil yang membutuhkan ruang usaha yang lebih layak dan strategis untuk mengembangkan usaha mereka. Dengan demikian diharapkan aktivitas ekonomi lokal dapat meningkat, mengoptimalisasikan kawasan multifungsi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan mengusung konsep pasar modern berbasis komunitas, yang tetap mempertahankan kearifan lokal namun dengan pendekatan desain kontemporer.

Pengabdian Kepada Masyarakat ini juga relevan dengan pengajaran MK yang diampu oleh ketua dan juga kompetensi anggota baik dosen maupun mahasiswa yang dilibatkan, serta roadmap kegiatan Pengabdian yang diusung oleh Kelompok Keahlian AECTIVA dari Fakultas Industri Kreatif.Luaran dari kegiatan pengabdian masayarakat ini tentunya juga akan menjadi artikel ilmiah terkait sosialisasi inovasi desain anyaman bambu sebagai elemen ruang. Masyarakat pada pengabdian ini meliputi para pemuda yang aktif, ibu-ibu yang kreatif mengembangkan kerajinan dan yang melakukan kolaborasi bisnis menjadi ciri khas Desa Cipagalo. Dengan begitu, kegiatan abdimas yang akan dilakukan juga telah sesuai dengan Roadmap KK AECTIVA dimana salah satu topik yang terkait adalah “Quality Education”. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini juga sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Roadmap KK AECTIVA, kegiatan abdimas yang akan diusung oleh tim diharapkan sejalan dengan KK AECTIVA dan berkelanjutan pada kegiatan berikutnya. Kesesuian abdimas dengan Roadmap KK AECTIVA dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel Roadmap KK AECTIVA
Sumber : KK Aectiva, Fakultas Industri Kreatif

Apa saja kegiatan utama & proses abdimas ini berlangsung?

Beberapa solusi pada pengabdian kepada masyarakat terkait "Perancangan Desain Pasar Modern dalam Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Produk di Desa Cipagalo: Pendekatan Interaksi Sosial Masyarakat" diantaranya adalah:

  1. Peningkatan Aksesibilitas Pasar: Desain Tata Letak Ramah Pengguna: Membuat jalur pedestrian yang lebar, akses bagi penyandang disabilitas, serta area parkir yang tertata untuk kendaraan umum dan pribadi. Transportasi dan Mobilitas: Menyediakan jalur khusus bagi kendaraan distribusi serta akses transportasi umum yang mudah dijangkau masyarakat. Penerangan dan Keamanan: Meningkatkan pencahayaan serta pemasangan CCTV untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung serta pedagang.
  2. Peningkatan Kualitas Produk dan Fasilitas Pasar: Zona Pasar Bersih dan Higienis: Membuat zona khusus untuk produk segar dengan sistem sanitasi yang baik guna memastikan kebersihan dan daya tahan produk. Sistem Penyimpanan dan Pengemasan: Memberikan fasilitas pendingin untuk produk mudah rusak serta edukasi mengenai teknik pengemasan yang lebih higienis dan menarik. Sertifikasi dan Standarisasi Produk: Bekerja sama dengan dinas terkait untuk memberikan pelatihan dan sertifikasi produk lokal agar lebih kompetitif di pasar yang lebih luas.
  3. Penguatan Interaksi Sosial dan Ekonomi Masyarakat: Pelatihan dan Pendampingan Pedagang: Mengadakan workshop mengenai strategi pemasaran, penggunaan teknologi digital untuk promosi, dan manajemen keuangan bagi pedagang lokal. Pasar Digital dan E-Commerce: Mengembangkan platform daring untuk pemasaran produk lokal, sehingga jangkauan pasar lebih luas dan tidak hanya terbatas pada transaksi langsung di lokasi. Kolaborasi dengan UMKM dan Komunitas: Mendorong keterlibatan pelaku usaha mikro dan komunitas lokal untuk berpartisipasi dalam pengelolaan pasar guna menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif.
  4. Implementasi Teknologi dalam Pengelolaan Pasar: Sistem Pembayaran Digital: Memfasilitasi transaksi menggunakan dompet digital atau QRIS guna meningkatkan transparansi dan efisiensi pembayaran. Sistem Informasi Pasar: Menyediakan papan informasi digital atau aplikasi sederhana untuk menampilkan harga produk, ketersediaan barang, serta jadwal operasional pasar. Manajemen Limbah dan Ramah Lingkungan: Menerapkan sistem daur ulang dan pengelolaan sampah berbasis komunitas agar pasar tetap bersih dan berkelanjutan.
  5. Lokasi lahan yang berada di kawasan Desa Cipagalo memiliki lahan diantaranya berfungsi sebagai lapangan serbaguna yang sering dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas warga seperti olahraga dan perayaan hari besar. Dengan luas sekitar 340 m² (20 x 17 meter), kontur lahan yang datar dan terbuka sangat mendukung pengembangan fisik bangunan, terutama untuk pasar skala kecil hingga menengah.
Gambar 1. Kondisi Eksisting yang menjadi Objek Perancangan
Sumber: Sekretaris Desa
Gambar 2. Kondisi Eksisting dan Denah Layout Pasar Modern
Sumber: Gambar Pribadi

Letaknya yang strategis, mudah dijangkau, bebas dari lalu lintas padat, serta berada dalam suasana desa yang aman dan nyaman menjadikannya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pusat perdagangan seperti pasar modern.

Aksesibilitasnya yang langsung terhubung ke jalan lokal memudahkan pergerakan pejalan kaki maupun kendaraan ringan. Selain itu, lingkungan sekitar yang terdiri dari permukiman warga dan UMKM memberikan peluang besar bagi aktivitas ekonomi lokal.

Pasar ini akan mengintegrasikan dua fungsi utama: area perdagangan bahan makanan dan zona kuliner (pujasera) yang saling melengkapi namun memiliki zona terpisah demi kenyamanan dan higienitas.

Letaknya yang dekat lapangan olahraga memberikan nilai tambah berupa pemandangan terbuka dan ruang bersantai bagi pengunjung, juga fleksibel penambahan dan pengurangan booth portable pedagang pada kawasan tersebut.

Perancangan pasar modern dan pujasera di sekitar lapangan olahraga Desa Cipagalo dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat desa, dengan pendekatan tata ruang yang efisien dan ramah lingkungan.

Perancangan disini mengalokasikan tempat makan dan jajan yang terbuka dan aktif sepanjang hari. Zona ini dirancang dengan kios semi permanen yang dilengkapi meja makan, pencahayaan alami, serta sirkulasi udara yang baik.

Pasar dirancang dengan pembagian area yang jelas antara zona basah dan zona kering. Zona basah diperuntukkan bagi pedagang sayur, ikan, daging, dan kebutuhan pokok harian lainnya. Area ini diletakkan di bagian yang memiliki sistem drainase baik dan mudah dijangkau kendaraan pengangkut barang, serta dirancang agar mudah dibersihkan dan tidak mencemari area lainnya. Sementara itu, zona kering ditempatkan di sisi lain, diperuntukkan bagi penjualan sembako, produk UMKM, pakaian, dan barang kering lainnya.

Tata letak fasilitas kuliner juga mempertimbangkan sirkulasi yang lancar, berdekatan dengan zona parkir kendaraan, akses pejalan kaki, serta fasilitas penunjang seperti mushola, toilet umum, dan ruang pengelola. Dengan pendekatan desain yang menyatu dengan lingkungan desa dan kebutuhan warga, pasar modern dan pujasera ini diharapkan menjadi simpul baru pertumbuhan ekonomi dan interaksi sosial masyarakat Cipagalo secara berkelanjutan. Dengan penerapan solusi-solusi ini, pasar modern di Desa Cipagalo diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi yang lebih maju, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat interaksi sosial antar warga.

Implementasi SDGs

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mendukung program SDGs poin 3 adalah mendukung pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) adalah "Kehidupan Sehat dan Sejahtera" atau "Good Health and Well-Being." Meningkatkan aksesibilitas bagi semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil dan Menyediakan edukasi kesehatan bagi pedagang dan pembeli terkait kebersihan, keamanan pangan, dan gizi.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mendukung program SDGs poin 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dimana produk yang akan dirancang diaharapkan dapat meingkatkan efektifitas, aksesibilitas dan fasilitas penunjang kawasan wisata, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dengan kreatif dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat sekitar.

SDGs poin 17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan menekankan pentingnya memperkuat kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan, termasuk di dalamnya pembiayaan, teknologi, pembangunan kapasitas, perdagangan, serta data dan pemantauan. Mobilisasi sumber daya keuangan, transfer teknologi, pengembangan kapasitas, perdagangan, dan kerjasama sistematik. SDGs poin 17 ini berperan penting dalam memastikan bahwa semua pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat sipil, bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia.

A. Kegiatan Survey dan Sosialisasi


B. Diskusi dan Pengukuran


C. Diseminasi dengan Mitra & UMKM

Perancangan Desain Pasar Modern dalam Meningkatkan Aksesibilitas di Desa Cipagalo Pendekatan Interaksi Sosial Masyarakat Read More »

PRELUDE X INDDEX Exhibition Telkom University, Echoes of the Earth: Ethnic Reverie


Bandung — Pameran “PRELUDE X INDDEX ” resmi dibuka sebagai hasil kolaborasi dua agenda pameran tahunan, yakni PRELUDE, pameran Prodi Kriya Fakultas Industri Kreatif Telkom University, serta INDDEX (International Degree Design Exchange) dari rangkaian kegiatan Asia International Community of Art and Design (AICAD). Kolaborasi ini menciptakan ruang presentasi karya yang mencerminkan capaian akademik sekaligus memperluas dialog desain dalam lanskap global.


Pameran bertema alam dan budaya etnik ini menampilkan karya kriya, fashion, dan aksesori yang memadukan tradisi dengan desain kontemporer. Pameran ini menegaskan pentingnya kolaborasi lintas budaya dan generasi. Karya yang ditampilkan merupakan hasil kolaborasi Mahsiswa Prodi Kriya Tekstil dan Fashion desain dengan Chitkara University India serta mitra industri seperti Gamatex, Kampoeng Radjoet, dan Wastra Tuban Lestari.


PSecara keseluruhan, pameran ini diikuti oleh peserta dari enam negara. Sebagai bagian dari seremoni pembukaan, dilaksanakan pula penyerahan cinderamata dari Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, kepada Fakultas Industri Kreatif Telkom University sebagai simbol kerja sama akademik yang berkelanjutan. Pameran ini berlangsung dari tanggal 3 hingga 13 Juni 2025 di Galeri Idealoka, Gedung TUCC Lt. 2, Telkom University, dan terbuka untuk publik.

PRELUDE X INDDEX Exhibition Telkom University, Echoes of the Earth: Ethnic Reverie Read More »

Dosen FIK Telkom University Raih Gelar Doktor dari ISI Bali dengan Riset tentang Komik Digital Interaktif


Dr. Syarip Hidayat, S.Sn., M.Sn., Dosen Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Telkom University, berhasil meraih gelar Doktor dalam Bidang Studi Pengkajian Seni pada Program Studi Seni Program Doktor, Institut Seni Indonesia (ISI) Bali.

Dalam disertasinya yang berjudul "Estetika Komik Digital Interaktif Tiga Komikus Indonesia", Dr. Syarip mengkaji dinamika komik digital di era media sosial, khususnya pada platform Instagram. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi landasan teoritis dan praktis dalam memahami fenomena komik digital sebagai bagian dari budaya populer kontemporer.


Secara teoritis, disertasi ini memperkaya khazanah literatur media visual dengan menyoroti aspek produksi, interaksi visual, serta pendekatan estetika dalam komik digital karya komikus Indonesia. Dari sisi praktis, hasil penelitian ini berkontribusi pada pengembangan bidang seni visual, desain komunikasi visual, dan media digital—baik bagi kalangan akademisi maupun praktisi.


Disertasi ini juga memberikan panduan strategis bagi para komikus dalam menciptakan karya yang lebih relevan dan menarik, dengan memperhatikan tren visual, gaya interaktif, dan preferensi pembaca. Selain itu, penelitian ini dapat memberikan wawasan berharga bagi pengelola platform digital terkait perilaku pengguna, serta menjadi referensi bagi industri kreatif dalam merumuskan strategi berbasis data. Di ranah pendidikan, disertasi ini berpotensi menjadi sumber rujukan penting dalam kajian tentang komik digital dan media sosial.

Dosen FIK Telkom University Raih Gelar Doktor dari ISI Bali dengan Riset tentang Komik Digital Interaktif Read More »

Fakultas Industri Kreatif Telkom University Dukung Sinergi Nasional Ekonomi Kreatif


Jakarta, 20 Mei 2025 — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menjalin sinergi strategis dengan lima perguruan tinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di Thamrin Nine, Jakarta. Salah satu dari lima perguruan tinggi tersebut adalah Telkom University. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam mendorong pengembangan ekonomi kreatif melalui pendekatan lintas sektor antara pemerintah dan pendidikan tinggi.


Selain Telkom University, terlibat kampus mitra lain dalam penandatanganan ini yaitu, Universitas Islam Negeri Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala, Universitas Katolik Parahyangan, dan Universitas Kebangsaan Republik Indonesia. Kerja sama ini mencakup penguatan program Tri Dharma Perguruan Tinggi yang terintegrasi dengan pengembangan ekonomi kreatif melalui pendidikan, riset, pelatihan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, juga dibacakan Deklarasi Pendirian Konsorsium Perguruan Tinggi Ekonomi Kreatif oleh perwakilan dari delapan perguruan tinggi, termasuk Telkom University, sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan SDM kreatif dan inovatif di Indonesia.

Fakultas Industri Kreatif Telkom University Dukung Sinergi Nasional Ekonomi Kreatif Read More »

Pelatihan Teknik Storytelling di Kampung Gamis Desa Karamat Mulya Soreang: Meningkatkan Keterampilan Narasi di Era Digital

Sabtu, 28 Desember 2024, menjadi momen bersejarah bagi masyarakat Kampung Gamis, Desa Karamat Mulya, dengan diselenggarakannya Pelatihan Teknik Storytelling. Program pengabdian kepada masyarakat yang dipimpin oleh Anggar Erdhina Adi, S.Sn., M.Ds., dengan anggota Pebriyanto dan Satria Budiana Tresna, ini berlangsung selama satu hari penuh di Aula Kantor Kepala Desa. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari perangkat desa, termasuk Kepala Desa Karamat Mulya, Asep Sholehudi, S.H.Ag., dan Sekretaris Desa, Atep, yang turut hadir untuk membuka acara. Pelatihan yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Karamat Mulya, Kabupaten Soreang.

Pelatihan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 16.00 WIB ini dirancang untuk memberikan pemahaman menyeluruh tentang konsep dan teknik storytelling, mulai dari teori dasar hingga implementasi praktis. Dalam workshop ini, peserta mengikuti lima sesi utama yang dirancang secara sistematis untuk memastikan pemahaman dan penerapan yang maksimal.

Implementasi Kegiatan Abdimas di Aula Kantor Desa Karamat Mulya

Workshop dimulai dengan sesi Pengenalan Konsep Dasar Storytelling, yang menjadi landasan penting bagi peserta. Dalam sesi ini, peserta diajarkan elemen-elemen utama storytelling seperti struktur narasi (awal, tengah, akhir), pengembangan karakter (protagonis dan antagonis), penentuan tema, pengelolaan konflik, dan penyusunan resolusi. Untuk mempermudah pemahaman, peserta diperlihatkan contoh-contoh video storytelling yang sukses sebagai referensi nyata. Sesi berikutnya, Pelatihan Teknik Produksi Video, berfokus pada teori dasar pengambilan gambar. Peserta dikenalkan pada jenis-jenis shot seperti close-up, medium shot, dan long shot, serta teknik pergerakan kamera seperti tilt, pan, dan zoom, dengan penekanan pada pentingnya pencahayaan untuk mendukung narasi. Peserta juga diajak mempraktikkan

Workshop dimulai dengan sesi Pengenalan Konsep Dasar Storytelling, yang menjadi landasan penting bagi peserta. Dalam sesi ini, peserta diajarkan elemen-elemen utama storytelling seperti struktur narasi (awal, tengah, akhir), pengembangan karakter (protagonis dan antagonis), penentuan tema, pengelolaan konflik, dan penyusunan resolusi. Untuk mempermudah pemahaman, peserta diperlihatkan contoh-contoh video storytelling yang sukses sebagai referensi nyata. Sesi berikutnya, Pelatihan Teknik Produksi Video, berfokus pada teori dasar pengambilan gambar. Peserta dikenalkan pada jenis-jenis shot seperti close-up, medium shot, dan long shot, serta teknik pergerakan kamera seperti tilt, pan, dan zoom, dengan penekanan pada pentingnya pencahayaan untuk mendukung narasi. Peserta juga diajak mempraktikkan teknik ini menggunakan perangkat sederhana, seperti smartphone, agar dapat langsung mengaplikasikan materi yang dipelajari. Pada sesi ketiga, Praktik Editing Video dengan Aplikasi CapCut, peserta diajarkan cara memotong klip, menambahkan transisi, teks, musik latar, hingga efek visual, memberikan pengalaman konkret dalam mengolah video dari tahap awal hingga siap ditayangkan. Sesi keempat, Implementasi Teknik Storytelling dalam Video, menantang peserta untuk mengintegrasikan elemen-elemen storytelling ke dalam karya video yang mereka buat, dengan fokus pada tema tradisi lokal, aktivitas sehari-hari, atau isu sosial. Workshop ini ditutup dengan sesi Presentasi dan Evaluasi Karya, di mana peserta mempresentasikan hasil karya mereka dan menerima umpan balik dari pemateri maupun peserta lainnya. Sesi ini menjadi ajang pembelajaran kolektif yang memberikan wawasan untuk meningkatkan kualitas karya di masa depan.

Kombinasi dari teori, praktik, dan evaluasi yang terintegrasi menjadikan pelatihan ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Kampung Gamis dalam storytelling, baik untuk kebutuhan pribadi maupun profesional. Untuk memberikan motivasi, dua karya terbaik dipilih berdasarkan kreativitas, teknik, dan kekuatan cerita, dengan hadiah berupa souvenir. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis masyarakat Kampung Gamis, tetapi juga memperkenalkan mereka pada potensi besar yang dapat dicapai melalui storytelling di era digital. Dengan kemampuan memproduksi video berkualitas, masyarakat kini memiliki alat untuk mempromosikan budaya dan potensi lokal ke tingkat nasional bahkan internasional.

Hasil dari Kegiatan Abdimas Telkom University di Desa Karamat Mulya.

Kegiatan pelatihan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat Kampung Gamis, terutama dalam penguatan identitas lokal, pemberdayaan digital, dan pengembangan ekonomi kreatif. Melalui video storytelling, masyarakat dapat menampilkan dan merayakan tradisi serta budaya lokal mereka kepada audiens yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga memperkuat kebanggaan dan kesadaran akan kekayaan warisan budaya mereka.

Selain itu, pelatihan ini memberdayakan peserta untuk menjadi agen perubahan yang mahir memanfaatkan teknologi digital sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan positif, menjadikan teknologi bukan sekadar alat, tetapi juga sarana strategis untuk komunikasi yang efektif. Dengan keterampilan baru yang diperoleh, peluang dalam sektor ekonomi kreatif pun terbuka lebar, seperti promosi pariwisata lokal, kewirausahaan berbasis konten digital, dan pengembangan jaringan pemasaran melalui platform digital, yang secara keseluruhan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Menurut Ketua Pelaksana, Anggar Erdhina Adi, "Pelatihan ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kesadaran naratif yang mendalam, sehingga masyarakat dapat menghadapi tantangan modern tanpa melupakan akar budaya mereka." Kepala Desa Karamat Mulya, Asep Sholehudi, S.H.Ag., juga menambahkan, “Kami sangat mendukung program ini karena mampu memberdayakan masyarakat dan mempromosikan potensi desa di era digital. Kolaborasi seperti ini penting untuk memajukan desa secara berkelanjutan.” Dengan semangat kolaborasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah desa, pelatihan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memberdayakan masyarakat Kampung Gamis untuk terus berkembang di era modern.

Pelatihan Teknik Storytelling di Kampung Gamis Desa Karamat Mulya Soreang: Meningkatkan Keterampilan Narasi di Era Digital Read More »

Perancangan Model Produksi Video Storytelling Bagi Masyarakat Kampung Gamis Desa Karamat Mulya

Perancangan Model Produksi Video Storytelling Bagi Masyarakat Kampung Gamis Desa Karamat Mulya

Perancangan Model Produksi Video Storytelling Bagi Masyarakat Kampung Gamis Desa Karamat Mulya

Lingga Agung (NIP: 20870001)
Muchammad Zaenal Al Ansory (NIP: 23880003)
Nabila Alifah Putri (NIM: 1601213318)
Ahmad Yusuf Kautsar Ilmi (NIM: 1601223132)
Rafiurrizki (NIM: 1601223241)

Desa Karamat Mulya, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung – Kampung Gamis,
sebuah desa dengan sejarah panjang dan kekayaan tradisi, kini menghadapi tantangan dalam mempertahankan warisan budayanya di tengah arus globalisasi. Sebagai salah satu desa yang menjadi simbol kearifan lokal, Kampung Gamis dikenal dengan cerita rakyat, adat istiadat, dan tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, di era digital, tradisi ini mulai terpinggirkan oleh budaya global yang mendominasi ruang publik. Menjawab tantangan ini, sebuah inisiatif pelatihan storytelling dan produksi video storytelling dirancang untuk memberdayakan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengemas cerita-cerita lokal menjadi narasi visual yang menarik dan relevan.

Gambar 1. Pembukaan Pelatihan

Gambar 2.Penyampaian Materi

Melestarikan Warisan melalui Narasi Visual
Nama Kampung Gamis sendiri terinspirasi dari kain gamis, yang dalam sejarahnya menjadi simbol kehormatan dan identitas lokal. Kain ini tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari tetapi juga menjadi medium bercerita tentang nilai-nilai luhur masyarakat Kampung Gamis. Sayangnya, cerita-cerita ini mulai dilupakan, terutama di kalangan generasi muda yang lebih terpapar pada budaya global melalui media digital. Pelatihan storytelling hadir sebagai solusi untuk menghidupkan kembali cerita-cerita ini dalam format yang dapat diterima oleh generasi masa kini. Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan sistematis yang dimulai dari pengenalan elemen dasar storytelling. Peserta diajarkan bagaimana membangun struktur cerita yang menarik, mulai dari pendahuluan, konflik, hingga resolusi. Selain itu, elemen-elemen lain seperti pengembangan karakter, tema, dan dialog juga menjadi fokus pelatihan. Dengan bimbingan fasilitator, peserta dilatih untuk mengidentifikasi cerita-cerita lokal yang bernilai historis dan mengemasnya menjadi narasi visual yang memukau.

Produksi Video: Media Modern untuk Tradisi Klasik
Selain memahami teknik storytelling, peserta dilatih dalam produksi video menggunakan alat sederhana seperti smartphone. Dengan aplikasi editing seperti CapCut, peserta belajar teknik pengambilan gambar, pencahayaan, pengeditan, hingga penyusunan klip video. Pelatihan ini memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk menghasilkan video storytelling yang dapat dipromosikan melalui platform digital. Praktik langsung menjadi salah satu sesi paling menarik dalam pelatihan ini. Peserta bekerja dalam kelompok untuk memproduksi video berbasis cerita lokal. Proses ini dimulai dari brainstorming ide, penyusunan skenario, pengambilan gambar, hingga editing. Dengan dukungan fasilitator, peserta berhasil menghasilkan karya yang tidak hanya estetis tetapi juga bermakna, mencerminkan tradisi dan budaya Kampung Gamis. Menghubungkan Tradisi dan Teknologi Pelatihan ini menekankan pentingnya memadukan tradisi dengan teknologi modern. Video yang dihasilkan menjadi sarana efektif untuk mempromosikan potensi budaya dan tradisi lokal kepada khalayak luas. Melalui platform digital seperti YouTube, Instagram, dan Facebook, cerita-cerita Kampung Gamis kini dapat diakses oleh generasi muda, baik di dalam maupun luar negeri. Teknologi tidak lagi menjadi ancaman bagi tradisi, melainkan jembatan yang menghubungkan budaya lokal dengan dunia global.

Dampak Positif bagi Masyarakat
Program ini membawa dampak yang signifikan bagi masyarakat Kampung Gamis. Generasi muda yang sebelumnya hanya menjadi konsumen budaya global kini bertransformasi menjadi agen perubahan digital. Mereka mampu memanfaatkan teknologi untuk mendokumentasikan, melestarikan, dan mempromosikan budaya lokal. Selain itu, keterampilan baru ini membuka peluang ekonomi kreatif, seperti pembuatan konten pariwisata dan pengembangan usaha berbasis budaya. "Melalui pelatihan ini, kami belajar cara baru untuk menjaga tradisi kami tetap hidup. Sekarang, kami bisa menggunakan teknologi untuk berbagi cerita dengan cara yang lebih menarik dan modern," ujar salah satu peserta pelatihan dengan penuh semangat.

Gambar 3. Foto bersama peserta Pelatihan

Gambar 4. Salah satu peserta sedang mempraktikan materi

Menuju Pemberdayaan yang Berkelanjutan
Program ini sejalan dengan visi pemerintah dalam mendorong digitalisasi desa dan pemberdayaan masyarakat lokal. Pelatihan ini bukan hanya proyek sesaat, melainkan awal dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguasaan teknologi. Dengan kolaborasi antara masyarakat, perangkat desa, dan fasilitator, Kampung Gamis menunjukkan bahwa tradisi dan teknologi dapat berjalan seiring.Di tengah arus globalisasi, Kampung Gamis membuktikan bahwa identitas lokal dapat tetap relevan dan berdaya saing. Melalui pelatihan storytelling dan produksi video, masyarakat Kampung Gamis tidak hanya mampu melestarikan warisan budaya mereka tetapi juga menciptakan peluang baru untuk masa depan yang lebih cerah. Program ini menjadi bukti nyata bahwa dengan kreativitas dan kolaborasi, tradisi dapat hidup berdampingan dengan modernitas.

Perancangan Model Produksi Video Storytelling Bagi Masyarakat Kampung Gamis Desa Karamat Mulya Read More »