Fakultas Industri Kreatif – Telkom University Kampus Bandung

PELATIHAN PEMANFAATAN APLIKASI SNAPSEED UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MOBILE PHOTOGRAPHY GURU SEKOLAH DASAR

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di SD IT Al-Fajar Kota Bandung menjadi salah satu upaya konkret dalam meningkatkan kompetensi guru di era digital, khususnya dalam bidang visual dan fotografi mobile. Program ini diinisiasi oleh dosen dan mahasiswa Fakultas Desain Komunikasi Visual Universitas Telkom sebagai bentuk kontribusi terhadap penguatan kapasitas guru dalam memanfaatkan teknologi sederhana namun berdampak besar dalam proses pembelajaran. Seiring dengan berkembangnya kebutuhan akan konten visual dalam dunia pendidikan, guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai kreator konten edukatif yang menarik dan komunikatif. Dokumentasi kegiatan kelas, penyusunan materi ajar, hingga komunikasi dengan orang tua siswa kini semakin mengandalkan visual yang jelas dan informatif. Namun pada kenyataannya, tidak semua guru memiliki latar belakang atau pengalaman dalam bidang fotografi maupun pengolahan visual. Melihat kondisi tersebut, pelatihan ini dirancang dengan pendekatan praktis dan mudah diikuti, dengan memanfaatkan perangkat yang sudah dimiliki oleh guru, yaitu smartphone. Aplikasi Snapseed dipilih sebagai alat utama karena memiliki fitur yang lengkap namun tetap sederhana dan mudah digunakan. Melalui aplikasi ini, guru dapat melakukan berbagai proses editing seperti pengaturan pencahayaan, penyesuaian warna, hingga perbaikan detail foto secara cepat dan efisien.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara interaktif dengan mengombinasikan pemaparan materi dan praktik langsung. Pada tahap awal, peserta diperkenalkan pada konsep dasar fotografi mobile, seperti pentingnya komposisi, pencahayaan, dan sudut pengambilan gambar. Pemahaman ini menjadi fondasi penting sebelum masuk ke tahap pengolahan visual. Guru diajak untuk melihat bahwa foto yang baik bukan hanya sekadar hasil jepretan, tetapi juga bagaimana pesan visual dapat tersampaikan dengan jelas.

Setelah memahami dasar fotografi, peserta mulai dikenalkan pada alur editing menggunakan Snapseed. Proses editing diajarkan secara bertahap, dimulai dari pemotongan gambar untuk memperbaiki komposisi, pengaturan pencahayaan agar objek lebih terlihat, hingga penajaman detail untuk meningkatkan kualitas visual. Selain itu, peserta juga diajarkan bagaimana mengarahkan fokus perhatian melalui fitur selective, serta menghilangkan elemen yang mengganggu menggunakan fitur healing.

Salah satu aspek yang menjadi kekuatan dalam pelatihan ini adalah pendekatan praktik langsung. Setiap guru diminta untuk mengambil foto di lingkungan sekitar, kemudian langsung mengedit hasilnya dengan bimbingan dari dosen dan mahasiswa. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih kontekstual dan mudah dipahami, karena peserta dapat langsung melihat perbedaan antara foto sebelum dan sesudah diedit. Selama kegiatan berlangsung, terlihat antusiasme yang tinggi dari para peserta. Guru tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga aktif bereksperimen dengan berbagai fitur yang ada. Diskusi yang terjadi pun tidak hanya seputar teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga bagaimana visual dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membuka cara pandang baru terhadap peran visual dalam pendidikan.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dalam menghasilkan foto yang lebih rapi, jelas, dan komunikatif. Foto yang sebelumnya terlihat biasa saja dapat diubah menjadi visual yang lebih menarik dan layak digunakan sebagai materi pembelajaran maupun dokumentasi sekolah. Selain itu, guru juga mulai memahami pentingnya menjaga keseimbangan dalam editing agar hasil tetap terlihat natural dan tidak berlebihan. Dampak lain yang tidak kalah penting adalah meningkatnya kepercayaan diri guru dalam menggunakan teknologi. Dengan memahami bahwa smartphone yang mereka miliki dapat menjadi alat produksi visual yang efektif, guru menjadi lebih termotivasi untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan dalam pembuatan konten edukatif. Hal ini membuka peluang bagi pengembangan pembelajaran yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Peran mahasiswa dalam kegiatan ini juga memberikan kontribusi positif terhadap dinamika pelatihan. Sebagai pendamping praktik, mahasiswa membantu menjembatani pemahaman teknis kepada guru dengan cara yang lebih santai dan komunikatif. Interaksi ini menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan tidak kaku, sehingga peserta merasa lebih nyaman dalam mencoba dan bertanya. Dari sisi mitra, SD IT Al-Fajar Bandung memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan ini, mulai dari penyediaan fasilitas hingga pengorganisasian peserta. Lingkungan pelatihan yang kondusif turut membantu kelancaran kegiatan dan meningkatkan efektivitas proses belajar. Dukungan ini juga menjadi indikasi bahwa sekolah memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui inovasi dan pemanfaatan teknologi.

Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk peningkatan keterampilan, tetapi juga membangun kesadaran akan pentingnya literasi visual dalam dunia pendidikan. Guru tidak hanya belajar bagaimana mengedit foto, tetapi juga bagaimana menggunakan visual sebagai alat komunikasi yang efektif dalam menyampaikan pesan pembelajaran. Selanjutnya diharapkan keterampilan yang telah diperoleh dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan sekolah. Pemanfaatan mobile photography tidak hanya terbatas pada dokumentasi, tetapi juga dapat menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang lebih menarik dan interaktif. Dengan demikian, pelatihan ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya visual yang lebih kuat di lingkungan pendidikan dasar.


Penulis:
MUHAMMAD ADHARAMADINKA (NIP: 23960021)
RULLY SUMARLIN (NIP: 22770003)
MARIO (NIP: 23929017)

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *