Fakultas Industri Kreatif – Telkom University Kampus Bandung

Perancangan Desain Pasar Modern dalam Meningkatkan Aksesibilitas di Desa Cipagalo Pendekatan Interaksi Sosial Masyarakat

Perancangan Desain Pasar Modern dalam Meningkatkan Aksesibilitas di Desa Cipagalo Pendekatan Interaksi Sosial Masyarakat

Oleh : Santi Salayanti, Vany Octaviany, Syarip Hidayat, Rexha Septine Feril Nanda
Fakultas Industri Kreatif & Fakultas Komunikasi Sosial Telkom University

Kapan Kegiatan Abdimas ini berlangsung?

Selasa 1 Juli 2025 di Jl Ciganitri Mukti N0 161, Terusan Buah Batu. , Cipagalo, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Apa latar belakangnya?

Desa Cipagalo terletak di Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Desa ini memiliki karakteristik wilayah yang strategis karena berdekatan dengan pusat kota Bandung, menjadikannya potensial untuk pengembangan sebagai desa wisata berbasis kearifan lokal dan ekonomi kreatif. Terdapat ruang publik yang berada pada lokasi di Desa Cipagalo memiliki peran penting dalam membangun interaksi sosial dan memperkuat karakter masyarakat. Diperlukan untuk menganalisis pengaruh optimalisasi ruang publik di Sentra Kuliner terhadap pembentukan karakter sosial masyarakat Desa Cipagalo.

Kondisi kawasan yang menjadi fokus perancangan pasar modern terletak berdampingan dengan fasilitas olahraga yang sudah ada, yaitu lapangan volly atau basket dan lapangan futsal. Kehadiran kedua fasilitas ini menunjukkan bahwa kawasan tersebut telah menjadi pusat interaksi sosial dan aktivitas komunitas, khususnya bagi kalangan muda dan keluarga. Dibutuhkan sebagai fasilitas pelengkap pasar moderen yang representatif dan terorganisir secara modern di kawasan ini membuat potensi ekonomi lokal belum tergarap secara optimal. Hal ini dikarenakan pasar tradisional yang ada di sekitar Desa Cipagalo cenderung tidak terintegrasi dengan baik, memiliki fasilitas yang kurang memadai, serta belum mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat modern yang menginginkan kenyamanan, kebersihan, dan keamanan saat berbelanja. Selain itu, banyak pelaku UMKM lokal dan pedagang kecil yang membutuhkan ruang usaha yang lebih layak dan strategis untuk mengembangkan usaha mereka. Dengan demikian diharapkan aktivitas ekonomi lokal dapat meningkat, mengoptimalisasikan kawasan multifungsi, dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan mengusung konsep pasar modern berbasis komunitas, yang tetap mempertahankan kearifan lokal namun dengan pendekatan desain kontemporer.

Pengabdian Kepada Masyarakat ini juga relevan dengan pengajaran MK yang diampu oleh ketua dan juga kompetensi anggota baik dosen maupun mahasiswa yang dilibatkan, serta roadmap kegiatan Pengabdian yang diusung oleh Kelompok Keahlian AECTIVA dari Fakultas Industri Kreatif.Luaran dari kegiatan pengabdian masayarakat ini tentunya juga akan menjadi artikel ilmiah terkait sosialisasi inovasi desain anyaman bambu sebagai elemen ruang. Masyarakat pada pengabdian ini meliputi para pemuda yang aktif, ibu-ibu yang kreatif mengembangkan kerajinan dan yang melakukan kolaborasi bisnis menjadi ciri khas Desa Cipagalo. Dengan begitu, kegiatan abdimas yang akan dilakukan juga telah sesuai dengan Roadmap KK AECTIVA dimana salah satu topik yang terkait adalah “Quality Education”. Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan ini juga sesuai dengan pendekatan yang digunakan dalam Roadmap KK AECTIVA, kegiatan abdimas yang akan diusung oleh tim diharapkan sejalan dengan KK AECTIVA dan berkelanjutan pada kegiatan berikutnya. Kesesuian abdimas dengan Roadmap KK AECTIVA dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel Roadmap KK AECTIVA
Sumber : KK Aectiva, Fakultas Industri Kreatif

Apa saja kegiatan utama & proses abdimas ini berlangsung?

Beberapa solusi pada pengabdian kepada masyarakat terkait "Perancangan Desain Pasar Modern dalam Meningkatkan Aksesibilitas dan Kualitas Produk di Desa Cipagalo: Pendekatan Interaksi Sosial Masyarakat" diantaranya adalah:

  1. Peningkatan Aksesibilitas Pasar: Desain Tata Letak Ramah Pengguna: Membuat jalur pedestrian yang lebar, akses bagi penyandang disabilitas, serta area parkir yang tertata untuk kendaraan umum dan pribadi. Transportasi dan Mobilitas: Menyediakan jalur khusus bagi kendaraan distribusi serta akses transportasi umum yang mudah dijangkau masyarakat. Penerangan dan Keamanan: Meningkatkan pencahayaan serta pemasangan CCTV untuk kenyamanan dan keamanan pengunjung serta pedagang.
  2. Peningkatan Kualitas Produk dan Fasilitas Pasar: Zona Pasar Bersih dan Higienis: Membuat zona khusus untuk produk segar dengan sistem sanitasi yang baik guna memastikan kebersihan dan daya tahan produk. Sistem Penyimpanan dan Pengemasan: Memberikan fasilitas pendingin untuk produk mudah rusak serta edukasi mengenai teknik pengemasan yang lebih higienis dan menarik. Sertifikasi dan Standarisasi Produk: Bekerja sama dengan dinas terkait untuk memberikan pelatihan dan sertifikasi produk lokal agar lebih kompetitif di pasar yang lebih luas.
  3. Penguatan Interaksi Sosial dan Ekonomi Masyarakat: Pelatihan dan Pendampingan Pedagang: Mengadakan workshop mengenai strategi pemasaran, penggunaan teknologi digital untuk promosi, dan manajemen keuangan bagi pedagang lokal. Pasar Digital dan E-Commerce: Mengembangkan platform daring untuk pemasaran produk lokal, sehingga jangkauan pasar lebih luas dan tidak hanya terbatas pada transaksi langsung di lokasi. Kolaborasi dengan UMKM dan Komunitas: Mendorong keterlibatan pelaku usaha mikro dan komunitas lokal untuk berpartisipasi dalam pengelolaan pasar guna menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif.
  4. Implementasi Teknologi dalam Pengelolaan Pasar: Sistem Pembayaran Digital: Memfasilitasi transaksi menggunakan dompet digital atau QRIS guna meningkatkan transparansi dan efisiensi pembayaran. Sistem Informasi Pasar: Menyediakan papan informasi digital atau aplikasi sederhana untuk menampilkan harga produk, ketersediaan barang, serta jadwal operasional pasar. Manajemen Limbah dan Ramah Lingkungan: Menerapkan sistem daur ulang dan pengelolaan sampah berbasis komunitas agar pasar tetap bersih dan berkelanjutan.
  5. Lokasi lahan yang berada di kawasan Desa Cipagalo memiliki lahan diantaranya berfungsi sebagai lapangan serbaguna yang sering dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas warga seperti olahraga dan perayaan hari besar. Dengan luas sekitar 340 m² (20 x 17 meter), kontur lahan yang datar dan terbuka sangat mendukung pengembangan fisik bangunan, terutama untuk pasar skala kecil hingga menengah.
Gambar 1. Kondisi Eksisting yang menjadi Objek Perancangan
Sumber: Sekretaris Desa
Gambar 2. Kondisi Eksisting dan Denah Layout Pasar Modern
Sumber: Gambar Pribadi

Letaknya yang strategis, mudah dijangkau, bebas dari lalu lintas padat, serta berada dalam suasana desa yang aman dan nyaman menjadikannya sangat potensial untuk dikembangkan menjadi pusat perdagangan seperti pasar modern.

Aksesibilitasnya yang langsung terhubung ke jalan lokal memudahkan pergerakan pejalan kaki maupun kendaraan ringan. Selain itu, lingkungan sekitar yang terdiri dari permukiman warga dan UMKM memberikan peluang besar bagi aktivitas ekonomi lokal.

Pasar ini akan mengintegrasikan dua fungsi utama: area perdagangan bahan makanan dan zona kuliner (pujasera) yang saling melengkapi namun memiliki zona terpisah demi kenyamanan dan higienitas.

Letaknya yang dekat lapangan olahraga memberikan nilai tambah berupa pemandangan terbuka dan ruang bersantai bagi pengunjung, juga fleksibel penambahan dan pengurangan booth portable pedagang pada kawasan tersebut.

Perancangan pasar modern dan pujasera di sekitar lapangan olahraga Desa Cipagalo dirancang sebagai pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat desa, dengan pendekatan tata ruang yang efisien dan ramah lingkungan.

Perancangan disini mengalokasikan tempat makan dan jajan yang terbuka dan aktif sepanjang hari. Zona ini dirancang dengan kios semi permanen yang dilengkapi meja makan, pencahayaan alami, serta sirkulasi udara yang baik.

Pasar dirancang dengan pembagian area yang jelas antara zona basah dan zona kering. Zona basah diperuntukkan bagi pedagang sayur, ikan, daging, dan kebutuhan pokok harian lainnya. Area ini diletakkan di bagian yang memiliki sistem drainase baik dan mudah dijangkau kendaraan pengangkut barang, serta dirancang agar mudah dibersihkan dan tidak mencemari area lainnya. Sementara itu, zona kering ditempatkan di sisi lain, diperuntukkan bagi penjualan sembako, produk UMKM, pakaian, dan barang kering lainnya.

Tata letak fasilitas kuliner juga mempertimbangkan sirkulasi yang lancar, berdekatan dengan zona parkir kendaraan, akses pejalan kaki, serta fasilitas penunjang seperti mushola, toilet umum, dan ruang pengelola. Dengan pendekatan desain yang menyatu dengan lingkungan desa dan kebutuhan warga, pasar modern dan pujasera ini diharapkan menjadi simpul baru pertumbuhan ekonomi dan interaksi sosial masyarakat Cipagalo secara berkelanjutan. Dengan penerapan solusi-solusi ini, pasar modern di Desa Cipagalo diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi yang lebih maju, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat interaksi sosial antar warga.

Implementasi SDGs

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mendukung program SDGs poin 3 adalah mendukung pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) adalah "Kehidupan Sehat dan Sejahtera" atau "Good Health and Well-Being." Meningkatkan aksesibilitas bagi semua kelompok, termasuk penyandang disabilitas, lansia, dan ibu hamil dan Menyediakan edukasi kesehatan bagi pedagang dan pembeli terkait kebersihan, keamanan pangan, dan gizi.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini mendukung program SDGs poin 9 yaitu Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dimana produk yang akan dirancang diaharapkan dapat meingkatkan efektifitas, aksesibilitas dan fasilitas penunjang kawasan wisata, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dengan kreatif dalam mengembangkan potensi yang dimiliki oleh masyarakat sekitar.

SDGs poin 17 yaitu kemitraan untuk mencapai tujuan menekankan pentingnya memperkuat kemitraan global untuk pembangunan berkelanjutan, termasuk di dalamnya pembiayaan, teknologi, pembangunan kapasitas, perdagangan, serta data dan pemantauan. Mobilisasi sumber daya keuangan, transfer teknologi, pengembangan kapasitas, perdagangan, dan kerjasama sistematik. SDGs poin 17 ini berperan penting dalam memastikan bahwa semua pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun masyarakat sipil, bekerja sama secara efektif untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan di seluruh dunia.

A. Kegiatan Survey dan Sosialisasi


B. Diskusi dan Pengukuran


C. Diseminasi dengan Mitra & UMKM

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *