UMKM Artisan Coko merupakan brand lokal yang bergerak di bidang Food & Beverages dengan permasalahan tersebut. UMKM Artisan Coko beralamat di Jl. Sukabirus No. 40C, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung dan hanya memiliki satu gerai setelah menutup gerai kedua nya di Cirebon. UMKM Artisan Coko telah berdiri sejak tahun 2020 yang dimulai dengan hanya gerobak dan belum ada tempat resmi, sebelum akhirnya mendirikan gerai utama di tahun 2022 di Sukabirus. Pembuatan UMKM Artisan Coko merupakan inisiasi dari Muhammad Qareza Qualdi, seorang antusias coklat dan kopi yang merasa pasar coffeeshop terlalu jenuh dan memerlukan warna baru. Dibentuklah sebuah brand coklat dan kopi bernama UMKM Artisan Coko, yang memiliki fokus pada keunikan rasa, keberlanjutan dan kesejahteraan.
Setelah melakukan wawancara dengan tim pemasaran UMKM Artisan Coko, dijelaskan bahwa permasalahannya berkaitan dengan fenomena yang telah dibahas sebelumnya. UMKM Artisan Coko tidak pernah mengalami permasalahan dengan kekurangan pelanggan, kecuali saat masa libur semester kuliah. Untuk mengurangi dampak penurunan penjualan hingga 50%, tim pemasaran menjelaskan bahwa mereka merubah fokus penjualan utama dari penjualan langsung di gerai menjadi pendirian booth di event sekitar Bandung. Dijelaskan juga, untuk mengakomodir penjualan dan menembus pasar di luar mahasiswa, UMKM Artisan Coko mulai menggunakan e-commerce untuk menjual produk-produk mereka.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan media promosi baik cetak dan digital yang menarik. Desain media promosi tersebut dibuat dengan tujuan meningkatkan keunikan booth milik UMKM Artisan Coko yang diharapkan dapat meningkatkan frekuensi pendatang. Untuk menunjang proses memasuki e-commerce, maka perlu dibuat rancangan poster digital yang baik untuk menampilkan produk UMKM Artisan Coko.
Pada Pelaksaanaannya tim pelaksana melakukan perancangan berdasarkan proses perencanaan yang telah dilakukan, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya dalam proses perencanaan. Tim pelaksana melakukan diskusi mengenai pendekatan desain yang ingin digunakan dan yang paling sesuai dengan karakteristik UMKM Artisan Coko setelah melakukan wawancara dan mendalam.
Setelah membahas konsep yang dapat disetujui bersama oleh tim pelaksana, maka dilakukan pengumpulan data dan referensi visual menggunakan website Miro sebagai papan perancangan bersama. Setelah menentukan jenis media promosi yang ingin diproduksi, tim pelaksana menghubungi pihak UMKM Artisan Coko untuk menerima umpan balik mengenai penentuan media promosi. Hal ini dilaksanakan karena evaluasi berbasis umpan balik mencegah kegagalan program dengan memahami tantangan nyata seperti ekonomi atau sosial melalui partisipasi aktif masyarakat (Mahardika et al. 2024).

Gambar 4.1 Proses diskusi dan umpan balik perencanaan.
Setelah menentukan konsep dari perancangan media promosi yang akan digunakan dalam beberapa media, tim pelaksana lanjutkan dengan analisis media promosi yang telah digunakan oleh UMKM Artisan Coko. Hal ini diperlukan agar hasil media promosi yang dirancang tidak keluar dari arah visual yang sudah ditentukan oleh masyarakat sasar. Selanjutnya tim pelaksana menambahkan referensi visual berupa beberapa foto dan suasana yang menggambarkan karakteristik UMKM Artisan Coko.

Gambar 4.4 Hasil sketsa media promosi.
Dengan mengkombinasi ide, desain eksisting dan suasana yang ingin ditampilkan, tim pelaksana menghasilkan beberapa sketsa kasar untuk menggambarkan arah visual yang akan digunakan ketika akan memasuki tahapan digitalisasi. Karena dikerjakan secara paralel oleh tim pelaksana, penggunaan software untuk menampilkan sketsa kasar beragam dan mencakup diantaranya: Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Procreate dan Clip Studio Paint.

Gambar 4.5 Diskusi umpan balik
Setelah mendapatkan umpan balik mengenai perubahan kebutuhan media promosi dari UMKM Artisan Coko, tim pelaksana mengadakan pertemuan kembali untuk menyesuaikan perancangan eksisting sesuai dengan permintaan masyarakat sasar. Terdapat beberapa media promosi yang direncanakan tidak lanjut ke tahap akhir, seperti: merchandise, id card dan lanyard dan digantikan dengan: kemasan minuman dan poster.
Setelah menyesuaikan dengan permintaan UMKM Artisan Coko, tim pelaksana melakukan finalisasi kepada tiap media promosi secara paralel agar dapat siap untuk diproduksi. Untuk kebutuhan cetak, tim pelaksana menggunakan vector based software seperti Adobe Illustrator dan Procreate dengan tujuan mengurangi kemungkinan visual yang rusak dan warna yang berantakan.


Gambar 4.6 Tampilan media promosi.
Pada tahapan produksi, tim pelaksana melakukan validasi terakhir kepada UMKM Artisan Coko, serta mewujudkan finalisasi perancangan dalam bentuk fisik. Tim pelaksana menggunakan beberapa vendor secara paralel yang dapat mencetak hasil perancangan dalam jarak waktu yang dekat agar dapat segera diserahkan kepada masyarakat sasar.Pada tanggal 8 Desember 2025 bertempat di Artisan Coko Sukabirus, tim peneliti menyerahkan hasil rancangan ini kebada UMKM tersebut, Hasilnya pihak UMKM Artisan Coko pun merasa puas dan terbantu dengan adanya perancangan media promosi ini.

Gambar 4.7 Produksi media promosi.
Tim Dosen:
ADYA MULYA PRAJANA (NIP: 23780005)
PATRA ADITIA (NIP: 23800004)
ARIA AR RAZI (NIP: 24910003)
Anggota Mahasiswa:
DHAFIN IRHAM WIHARTANTO (NIM: 106012300127)
DAFFA MANAF YANUAR (NIM: 106012300064)
MAULIDWINA DZURIYA MULKINA (NIM: 106012300129)
ZAHWA NUZULA KHAIRUNNISA (NIM: 106012300249)
ACHMAD DHAFIR FADHLURRAHMAN (NIM: 106012300278)