FIK Tanggap Covid -19

FIK Tanggap Covid -19 Read More »
Fakultas Industri Kreatif – Telkom University Kampus Bandung
Pada hari Jumat, 23 Januari 2026, bertempat di Gedung Sebatik Fakultas Industri Kreatif, Fakultas Industri Kreatif Telkom University menerima kunjungan dari Taylor’s University Malaysia. Pertemuan ini mengusung agenda “Academic Discussion: Exploring Potential Collaboration between Taylor’s University and Faculty of Creative Industries.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Industri Kreatif Telkom University Dandi Yunidar, S.Sn., M.Ds., Ph.D., serta perwakilan pimpinan akademik, antara lain Ketua Program Studi S1 Desain Interior M. Togar Mulya, S.Ds., M.Ds., Kepala Kelompok Keahlian Envisco Lingga Agung, S.I.Kom., M.Sn., Kepala Kelompok Keahlian Humagy Riky Azharyandi Siswanto, S.Ds., M.Des., Ph.D., perwakilan Center of Excellence (CoE), Hanif Azhar, S.T., M.Sc. selaku Ketua CoE Karsaloka, serta Widyanesti Liritantri, S.Sn., M.Des. selaku dosen Prodi Desain Interior yang menjadi penghubung kerja sama dengan Taylor’s University.
Sementara itu, dari pihak Taylor’s University Malaysia hadir Prof. Darren Bagnall selaku Pro-Vice Chancellor (Academic), Choo Lai Yee sebagai Head of Global Alumni, serta Dendi Fathul Hadi selaku Senior Country Manager, ISR Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung dengan lancar ini menghasilkan kesepakatan awal berupa rencana penyelenggaraan pameran (exhibition) yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari kedua universitas, kolaborasi penelitian, serta partisipasi Taylor’s University dalam kegiatan Fakultas Industri Kreatif Telkom University, yaitu Artedemia


Fakultas Industri Kreatif (FIK) melaksanakan pertemuan terkait rencana penyusunan Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerja Sama dengan Goethe-Institut yang diselenggarakan di Grha Kompas Gramedia. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring kolaborasi di bidang industri kreatif.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Industri Kreatif, yakni Dekan FIK Dandi Yunidar, S.Sn., M.Ds., Ph.D., Ketua Program Studi Film dan Animasi Anggar Erdhina Adi, S.Sn., M.Ds., Ketua Kelompok Keilmuan Envisco Lingga Agung, S.I.Kom., M.Sn., serta Ketua Center of Excellence (CoE) Ciptaloka Ahda Yunia Sekar, S.Sn., M.Sn. Dari pihak Goethe-Institut Bandung, turut hadir Matthias Ventker selaku Direktur Goethe-Institut Bandung serta Lukman Hakim selaku Cultural Programs Coordinator Goethe-Institut Bandung.
Melalui pertemuan ini, kedua pihak membahas arah, peluang, dan ruang lingkup kerja sama yang akan dituangkan dalam MoA (Memorandum of Agreement). Adapun beberapa program yang menjadi rencana kegiatan kolaborasi antara lain Seriale, Salon, Goethe Kino, Wacken x Goethe, Aniwayang x Goethe, co-production audio book Geng Monyet, Kinofest, Science Film Festival, serta Live Coding. Dengan adanya pertemuan ini diharapkan menjadi landasan awal yang kuat bagi terwujudnya kolaborasi berkelanjutan antara Fakultas Industri Kreatif dan Goethe-Institut.


UMKM Artisan Coko merupakan brand lokal yang bergerak di bidang Food & Beverages dengan permasalahan tersebut. UMKM Artisan Coko beralamat di Jl. Sukabirus No. 40C, Dayeuh Kolot, Kabupaten Bandung dan hanya memiliki satu gerai setelah menutup gerai kedua nya di Cirebon. UMKM Artisan Coko telah berdiri sejak tahun 2020 yang dimulai dengan hanya gerobak dan belum ada tempat resmi, sebelum akhirnya mendirikan gerai utama di tahun 2022 di Sukabirus. Pembuatan UMKM Artisan Coko merupakan inisiasi dari Muhammad Qareza Qualdi, seorang antusias coklat dan kopi yang merasa pasar coffeeshop terlalu jenuh dan memerlukan warna baru. Dibentuklah sebuah brand coklat dan kopi bernama UMKM Artisan Coko, yang memiliki fokus pada keunikan rasa, keberlanjutan dan kesejahteraan.
Setelah melakukan wawancara dengan tim pemasaran UMKM Artisan Coko, dijelaskan bahwa permasalahannya berkaitan dengan fenomena yang telah dibahas sebelumnya. UMKM Artisan Coko tidak pernah mengalami permasalahan dengan kekurangan pelanggan, kecuali saat masa libur semester kuliah. Untuk mengurangi dampak penurunan penjualan hingga 50%, tim pemasaran menjelaskan bahwa mereka merubah fokus penjualan utama dari penjualan langsung di gerai menjadi pendirian booth di event sekitar Bandung. Dijelaskan juga, untuk mengakomodir penjualan dan menembus pasar di luar mahasiswa, UMKM Artisan Coko mulai menggunakan e-commerce untuk menjual produk-produk mereka.
Berdasarkan permasalahan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa dibutuhkan media promosi baik cetak dan digital yang menarik. Desain media promosi tersebut dibuat dengan tujuan meningkatkan keunikan booth milik UMKM Artisan Coko yang diharapkan dapat meningkatkan frekuensi pendatang. Untuk menunjang proses memasuki e-commerce, maka perlu dibuat rancangan poster digital yang baik untuk menampilkan produk UMKM Artisan Coko.
Pada Pelaksaanaannya tim pelaksana melakukan perancangan berdasarkan proses perencanaan yang telah dilakukan, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya dalam proses perencanaan. Tim pelaksana melakukan diskusi mengenai pendekatan desain yang ingin digunakan dan yang paling sesuai dengan karakteristik UMKM Artisan Coko setelah melakukan wawancara dan mendalam.
Setelah membahas konsep yang dapat disetujui bersama oleh tim pelaksana, maka dilakukan pengumpulan data dan referensi visual menggunakan website Miro sebagai papan perancangan bersama. Setelah menentukan jenis media promosi yang ingin diproduksi, tim pelaksana menghubungi pihak UMKM Artisan Coko untuk menerima umpan balik mengenai penentuan media promosi. Hal ini dilaksanakan karena evaluasi berbasis umpan balik mencegah kegagalan program dengan memahami tantangan nyata seperti ekonomi atau sosial melalui partisipasi aktif masyarakat (Mahardika et al. 2024).

Gambar 4.1 Proses diskusi dan umpan balik perencanaan.
Setelah menentukan konsep dari perancangan media promosi yang akan digunakan dalam beberapa media, tim pelaksana lanjutkan dengan analisis media promosi yang telah digunakan oleh UMKM Artisan Coko. Hal ini diperlukan agar hasil media promosi yang dirancang tidak keluar dari arah visual yang sudah ditentukan oleh masyarakat sasar. Selanjutnya tim pelaksana menambahkan referensi visual berupa beberapa foto dan suasana yang menggambarkan karakteristik UMKM Artisan Coko.

Gambar 4.4 Hasil sketsa media promosi.
Dengan mengkombinasi ide, desain eksisting dan suasana yang ingin ditampilkan, tim pelaksana menghasilkan beberapa sketsa kasar untuk menggambarkan arah visual yang akan digunakan ketika akan memasuki tahapan digitalisasi. Karena dikerjakan secara paralel oleh tim pelaksana, penggunaan software untuk menampilkan sketsa kasar beragam dan mencakup diantaranya: Adobe Photoshop, Adobe Illustrator, Procreate dan Clip Studio Paint.

Gambar 4.5 Diskusi umpan balik
Setelah mendapatkan umpan balik mengenai perubahan kebutuhan media promosi dari UMKM Artisan Coko, tim pelaksana mengadakan pertemuan kembali untuk menyesuaikan perancangan eksisting sesuai dengan permintaan masyarakat sasar. Terdapat beberapa media promosi yang direncanakan tidak lanjut ke tahap akhir, seperti: merchandise, id card dan lanyard dan digantikan dengan: kemasan minuman dan poster.
Setelah menyesuaikan dengan permintaan UMKM Artisan Coko, tim pelaksana melakukan finalisasi kepada tiap media promosi secara paralel agar dapat siap untuk diproduksi. Untuk kebutuhan cetak, tim pelaksana menggunakan vector based software seperti Adobe Illustrator dan Procreate dengan tujuan mengurangi kemungkinan visual yang rusak dan warna yang berantakan.


Gambar 4.6 Tampilan media promosi.
Pada tahapan produksi, tim pelaksana melakukan validasi terakhir kepada UMKM Artisan Coko, serta mewujudkan finalisasi perancangan dalam bentuk fisik. Tim pelaksana menggunakan beberapa vendor secara paralel yang dapat mencetak hasil perancangan dalam jarak waktu yang dekat agar dapat segera diserahkan kepada masyarakat sasar.Pada tanggal 8 Desember 2025 bertempat di Artisan Coko Sukabirus, tim peneliti menyerahkan hasil rancangan ini kebada UMKM tersebut, Hasilnya pihak UMKM Artisan Coko pun merasa puas dan terbantu dengan adanya perancangan media promosi ini.

Gambar 4.7 Produksi media promosi.
Tim Dosen:
ADYA MULYA PRAJANA (NIP: 23780005)
PATRA ADITIA (NIP: 23800004)
ARIA AR RAZI (NIP: 24910003)
Anggota Mahasiswa:
DHAFIN IRHAM WIHARTANTO (NIM: 106012300127)
DAFFA MANAF YANUAR (NIM: 106012300064)
MAULIDWINA DZURIYA MULKINA (NIM: 106012300129)
ZAHWA NUZULA KHAIRUNNISA (NIM: 106012300249)
ACHMAD DHAFIR FADHLURRAHMAN (NIM: 106012300278)
HIBAH MEDIA PROMOSI UNTUK UMKM ARTISAN COKO Read More »
Program Pengabdian kepada Masyarakat telah dilaksanakan oleh tim dosen dan mahasiswa dengan mitra UMKM Belladonna, sebuah usaha di bidang kecantikan yang bergerak pada layanan nail art serta manicure dan pedicure berbasis gel polish di Kota Bandung. Program ini diketuai oleh dosen prodi S1 Desain Komunikasi Visual, Wahyu Lukito, dengan anggota tim Rizki Yantami Arumsari dan Riky Azharyandi Siswanto.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan teknologi komunikasi dan informasi yang mendorong perubahan strategi promosi di berbagai sektor usaha, termasuk industri kecantikan. Media digital kini menjadi sarana utama promosi karena mampu menjangkau audiens lebih luas, meningkatkan interaksi dengan pelanggan, serta membangun identitas visual usaha secara konsisten. Pada sektor wirausaha nail art, digital marketing berperan penting dalam meningkatkan kesadaran merek dan keterlibatan konsumen.


Belladonna, yang berdiri pada tahun 2024 dan beralamat di Jl. Batik Kumeli No. 72 Kota Bandung, dikenal dengan konsep studio bertema vintage bernuansa pink serta sistem pembayaran unik bayar terserah. Meski memiliki daya tarik kuat, hasil wawancara menunjukkan bahwa Belladonna masih menghadapi kendala dalam pengelolaan media promosi. Tampilan visual pada media sosial, khususnya Instagram, belum konsisten dan belum optimal dalam mendorong engagement. Pengelolaan media sosial juga masih dilakukan secara sederhana sehingga potensi branding belum dimanfaatkan secara maksimal.
Menanggapi permasalahan tersebut, tim pengabdian melaksanakan pengembangan media promosi dengan fokus pada pembentukan identitas visual yang konsisten. Luaran kegiatan meliputi foto produk, template desain feeds Instagram, poster digital informasi produk dan layanan, serta media cetak seperti poster, kemasan, loyalty card, stempel, buku paket perawatan, dan sticker. Media tersebut dirancang untuk mendukung branding dan memperluas jangkauan pemasaran Belladonna.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung melalui tiga tahapan. Tahap pra produksi dilakukan pada November hingga Desember dengan kegiatan observasi langsung ke studio Belladonna. Tim melakukan pengamatan terhadap karakter usaha, layanan, serta kebutuhan visual promosi. Tahap produksi dilaksanakan pada November dengan proses perancangan dan pembuatan media promosi sesuai konsep yang disepakati bersama mitra. Tahap pasca produksi mencakup proses editing foto, penyesuaian desain, dan finalisasi seluruh karya.


Sebagai penutup rangkaian kegiatan, tim dosen dan mahasiswa melakukan kunjungan terakhir ke Belladonna pada 18 Desember 2025. Pada kunjungan tersebut dilakukan serah terima hibah desain media promosi sekaligus pengambilan umpan balik dari pemilik UMKM. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu Belladonna mengelola promosi secara lebih terarah, meningkatkan engagement di media sosial, serta memperkuat identitas merek di tengah persaingan industri kecantikan.
HIBAH CONTENT MEDIA SOSIAL UNTUK MENDUKUNG DIGITAL MARKETING BELLADONNA Read More »
Programme Overview
Design Journey 2025 is the third annual international field-based programme conducted by the International Class of the Visual Communication Design Study Programme, Faculty of Creative Industries, Telkom University. The programme was implemented from 20th November to 4th December 2025 and took place across Tokyo, Fukushima, Kanazawa, and Chiba, Japan. It involved 12 undergraduate students (five male and seven female) from cohorts DK44–DK48, accompanied by academic coordinators and supported by institutional and community partners in Japan.

The programme forms an integral part of the International Class curriculum and is designed as an annual educational field class for third-year students. It aims to expand students’ global awareness through direct engagement with creative industries, cultural heritage, artistic practices, socio-cultural dynamics, and humanitarian contexts beyond the university environment.
Educational Framework and Learning Method
Design Journey 2025 was implemented using a Participatory Learning and Action (PLA) approach. This method facilitated student interaction with local communities and institutions through structured observation, hands-on activities, and reflective documentation. Students participated in academic, cultural, and community-based activities in four cities: Tokyo, Fukushima, Kanazawa, and Chiba.

Each student was provided with a pre-trip guidebook and a journal, which were required to be completed during visits to various sites, including historical locations, museums, galleries, markets, universities, and community spaces. The programme explicitly integrated: Design Thinking and Research Methodology, Field Observation, and Experiential Learning. Design in relation to Community, Tradition, and Culture. These components structured the learning process throughout the journey.
Organisation, Coordination, and Partnerships
The programme was coordinated by academic staff from the Visual Communication Design programme. International partners supporting the programme included Safecast Japan, Real Fukushima, Kanazawa University, DRI Chiba University, Accenture Song Tokyo, and PPI Kanazawa University. Logistical arrangements, including transportation and accommodation, were provided by CV Radar Wisata, the travel vendor. Students travelled using international flights, chartered buses, and regional trains. Accommodation was arranged across multiple locations in Tokyo, Fukushima, Kanazawa, and Chiba, in line with the programme itinerary. Daily briefings and nightly evaluations were conducted to ensure programme continuity, student safety, and academic monitoring.

Tokyo: Arrival, Orientation, and Initial Activities
The programme began with the group’s arrival in Tokyo. Students safely arrived at the hotel and began exploring the surrounding area. A buddy system consisting of three groups was implemented to structure supervision and encourage peer support. Initial activities focused on city orientation and adaptation to the urban environment.
Early observations identified varying levels of preparedness, particularly regarding financial arrangements and currency exchange. One student experienced a brief immigration delay due to a misplaced boarding pass; the matter was resolved without issue. Requests for room changes were noted, but existing arrangements were maintained for stability. Breakfast arrangements were managed independently due to the hotel’s policy.

Students displayed differing adaptation patterns, with some remaining reserved and observant, while others showed early initiative and social engagement. The supervising team continuously monitored these differences.
Safecast Workshops and Design Learning (Tokyo and Fukushima)
A central academic component of Design Journey 2025 was the Safecast lecture and workshop series, conducted in Tokyo and Fukushima. These sessions focused on community-oriented disaster mitigation design and information design.

Students participated in: Design Jam 2025 and Design Lectures; Safecast lectures and workshops; Hands-on assembly of radiation detection devices; and field testing and observation of environmental data-collection processes. Under the guidance of Safecast facilitators, students assembled Geiger counters and conducted walk-around testing near Safecast headquarters. These activities allowed students to directly observe how environmental data is collected and used to support public safety and community awareness. The sessions proceeded smoothly and productively, with active student participation throughout
Academic Progression and Student Engagement (Tokyo)
During the Safecast sessions, student engagement was consistently observed. Students asked questions, participated in discussions, and completed assigned design survey short reports within expected academic standards. Buddy groups conducted supervised free exploration after class sessions, navigating independently and safely to areas such as Shibuya and Akihabara.

Daily observations recorded individual development, leadership tendencies, and support needs. Logistical and institutional documents related to the collaboration were secured and signed during this phase. The Tokyo segment concluded with continued workshops, site visits, and preparation for the next stage of the journey
Fukushima: Disaster Context and Community Engagement
Upon arrival in Fukushima, students were welcomed by local community leaders involved in long-term community initiatives. Activities included visits to: tsunami-affected coastal areas; disaster history museums; abandoned public facilities, including an elementary school; and government-provided housing for disaster-affected residents. These visits provided students with direct exposure to the long-term social and spatial impacts of natural disasters. Students demonstrated emotional engagement, empathy, and reflective awareness during site visits and discussions. Night briefings were conducted daily to consolidate learning and ensure student well-being
A dedicated session included meetings with tsunami disaster survivors, during which students learned about displacement, recovery, and post-disaster living conditions. One minor health incident involving a student was recorded and managed appropriately without further issues.

Student Behavioural and Developmental Observations
Throughout the Fukushima segment, students demonstrated increased discipline, responsibility, and engagement. Observations highlighted individual traits, including curiosity, leadership, empathy, resilience, and growing social confidence. These developments reflected positive progress in social adaptation, responsibility, and participation across the cohort.

Chiba: Cultural and Academic Exposure
In Chiba, students visited Narita Temple, observing local worship practices and engaging in informal reflection during a picnic-style lunch. The group also visited Chiba University, where students toured laboratory facilities and participated in academic discussions introducing Japanese university research environments. Students were later granted supervised free time in Asakusa, allowing further development of navigational confidence and cultural awareness. The day concluded with preparations for departure to Kanazawa.

Kanazawa: Academic Activities and Cultural Learning
The Kanazawa segment involved travel from Tokyo, followed by academic activities at Kanazawa University. Students attended lectures on: Reading Regional Context in Architectural and Urban Design; Ethnography in Design Practice. Students actively participated in discussions, campus tours led by PPI Ishikawa, and group preparations for final presentations. Despite travel fatigue, activities proceeded smoothly, and student enthusiasm remained high.

A key learning outcome in Kanazawa was the lived experience of omotenashi, demonstrated through sustained hospitality and accompaniment by a local student volunteer. This experience highlighted cultural values of sincerity, attentiveness, and respect.
Final Workshops and Reflections (Tokyo)
Returning to Tokyo, students participated in intensive workshops focused on design thinking. Facilitators guided students through structuring design processes, organising insights, and translating observations into design outcomes. Final presentations were delivered clearly and received positively by programme partners. Students were entrusted with increased responsibility, including independent navigation of public transportation systems, reflecting growing confidence and adaptability.

Programme Conclusion
The programme concluded with visits to Meiji Jingu Park and DRI Sumida City, where students attended classes on collaborative design involving human creativity and computational systems. Students presented reflective outputs in the form of interactive videos, which were positively received. A farewell gathering with Safecast marked the conclusion of Design Journey 2025. Students received certificates recognising their participation and engagement. The programme concluded safely and meaningfully, marking the completion of the Design Journey cycle.

Closing Statement
Design Journey 2025 functioned as a structured international educational programme integrating academic learning, field observation, and community engagement. Through classes, workshops, site visits, and direct interaction with academic, professional, and community stakeholders, students experienced sustained development in independence, discipline, collaboration, and contextual awareness. The programme reinforced the role of design in relation to society, culture, and real human contexts, and stands as a significant academic milestone within the Visual Communication Design International Class at Telkom University.
Design Journey 2025 Read More »
Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut, memiliki potensi ekonomi yang signifikan dalam bidang pertanian, makanan olahan, dan kerajinan tangan. Namun, keterbatasan infrastruktur digital dan rendahnya literasi digital menghambat pelaku usaha desa dalam memasarkan produk mereka secara lebih luas. Kesempatan ekonomi digital yang berkembang pesat di kawasan perkotaan belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh masyarakat desa, menciptakan kesenjangan ekonomi yang semakin melebar. Oleh karena itu, diperlukan solusi inovatif yang dapat memperkuat konektivitas antara pelaku usaha di desa dan industri di perkotaan guna memperluas akses pasar dan meningkatkan daya saing produk desa.
Sebagai solusi, program pengabdian masyarakat ini mengusulkan perancangan Virtual Tour 360 yang dirancang untuk mempromosikan serta meningkatkan awareness kepada Masyarakat luas terkait pelaku usaha desa dengan industri besar di sektor manufaktur, retail, serta perhotelan dan pariwisata. Virtual Tour 360 ini dapat menjangkau beberapa Lokasi-lokasi strategis dan potensial untuk dipromosikan dan diperkenalkan pada Masyarakat luas. Dengan implementasi sistematis dan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan, inisiatif ini bertujuan untuk memperkecil jarak kesenjangan ekonomi antara desa dan kota serta mendorong transformasi digital bagi UMKM di wilayah pedesaan. Untuk pengabdian masyarakat saat ini berfokus pada pengelolaan sampah melalui magot.
Salah satu pengelolaan ekonomi dan produk yang berkembang adalah pengelolaan sampah yang baik, sehingga sesuai kebutuhan mitra kali ini berfokus pada virtual tour 360 di ruang kantor dan tempat pengelolaan sampahnya. Virtual Tour 360 dapat dimanfaatkan sebagai media promosi pariwisata berbasis komunitas. Desa Banjarsari yang memiliki keunikan dalam bidang kerajinan tangan dan makanan olahan dapat menarik wisatawan dan investor melalui pengalaman virtual yang interaktif dan menarik. Dengan adanya Virtual Tour 360, produk-produk lokal dapat lebih mudah diakses oleh calon konsumen dari berbagai daerah, baik nasional maupun internasional. Hal ini dapat meningkatkan omset pelaku usaha serta memperkuat posisi produk desa di pasar digital.

Gambar 4.1 Internal Meeting Abdimas
Kegiatan diawali dengan melakukan kordinasi meeting internal tim abdimas untuk merencanakan keberangkatan dan aktivitas yang dilakukan di Desa Banjarsari. Dalam kordinasi yang telah dilakukan, aktivitas abdimas pertama adalah kordinasi dengan pihak terkait di Desa Banjarsari yang dilakukan pada:
Hari, tanggal : Kamis, 21 Juni 2025
Waktu : 09.00 – 13.00
Tempat : Kantor Desa Banjarsari

Gambar 4.2 Kordinasi Abdimas di Desa Banjarsari
Pada tahap awal, telah dilakukan kegiatan pengenalan terhadap ruang lingkup serta potensi yang dimiliki Desa Banjarsari, yang diselenggarakan di kantor desa setempat. Acara ini turut dihadiri oleh Kepala Desa, Bapak Edi, beserta jajaran perangkat desa lainnya sebagai bentuk dukungan dan komitmen penuh dari pihak pemerintah desa terhadap program yang direncanakan. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan informasi mengenai potensi UMKM lokal, karakteristik masyarakat desa, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam memasarkan produk secara digital. Diskusi yang berlangsung secara interaktif juga memberikan kesempatan bagi pelaku UMKM dan perangkat desa untuk menyampaikan harapan serta kebutuhan mereka. Kegiatan ini menjadi landasan penting agar semua pihak memperoleh pemahaman yang selaras dan memiliki komitmen bersama dalam mendukung keberhasilan program pemanfaatan media sosial untuk keperluan branding dan promosi UMKM desa.

Gambar 4.3 Survei Lokasi Virtual Tour di Desa Banjarsari
Dalam diskusi yang berlangsung, muncul gagasan untuk merancang sebuah virtual tour 360° yang menampilkan area pengelolaan limbah sampah di Desa Banjarsari, serta mendokumentasikan seluruh proses pengolahan mulai dari sampah masuk hingga tahap akhir. Virtual tour ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai cara pengelolaan sampah yang benar, sehingga diharapkan ke depannya masyarakat lebih bijak dan bertanggung jawab dalam membuang dan mengelola sampah.
Pada bulan Agustus direncanakan dengan tahap perekaman video & foto 360 yang berfokus pada objek pengumpulan, pengeolaan dan pemanfaatan sampah. Perancangan ini akan dilakukan melalui sesi konsultasi rutin, baik secara individu maupun kelompok, untuk mengatasi kendala teknis maupun konseptual dalam proses produksi virtual tour. Tim abdimas akan memberikan mengambil gambar, penyusunan alur narasi visual, serta penggunaan perangkat lunak dan teknologi yang mendukung pembuatan virtual tour. Pemerintah desa juga dapat memberikan dukungan, terutama dalam penyediaan infrastruktur seperti talent, mengarahkan arah narasi video dan lain sebagainya.
Tujuan dari perancangan ini adalah untuk mengedukasi masyarakat, khususnya masyarakat, pelaku UMKM atau pengelola destinasi lokal, agar selain mendapatkan edikasi juga dapat mengelola virtual tour secara mandiri sebagai sarana edukasi, promosi, dan pelestarian informasi pengelolaan limbah sampah lokal. Kegiatan bulan Agustus akan diawali dengan pengambilan video dan gambar 360. Selanjutnya, akan dirancang kedalam software 360. Setelah itu akan dilakukan transfer ilmu pengelolaan virtual tour 360. Pengumpulan masukan (feedback) dari pihak terkait terutama di Desa Banjarsari juga akan dilakukan guna menyempurnakan materi virtual tour, sehingga program benar-benar selaras dengan kebutuhan aktual warga Desa Banjarsari. Dengan pendekatan sistematis ini, diharapkan pengembangan virtual tour 360° dapat menjadi media efektif dalam pengelolaan limbah sampah.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus 2025 di kawasan Kantor Binaan, Desa Banjarsari. Fokus kegiatan ini adalah pengenalan teknik pengambilan gambar dan video 360°. Tim pelaksana terdiri atas dua orang mahasiswa yang didampingi oleh seorang dosen. Adapun pembimbing lapangan sekaligus perwakilan pihak pengelola adalah Bapak Rudi. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung pada pukul 12.00 hingga 14.00 WIB.
Awal mula kegiatan, tim disambut dengan bapak Rudi yang memperkenalkan ruang lingkup pengelolaan sampah organic dan non-organik yang ada dikawasan tersebut. Sebagian besar, hasil sampah ini dimanfaatkan untuk makanan maggot (larva) dari lalat yang nantinya dikelola menjadi pakan ternak dan pupuk. Tidak heran jika berkunjung ke tempat tersebut di halaman depannya akan disuguhkan tempat peternakan seperti peternakan ikan

Gambar 4.4. 5 Sektor lokasi sebagai tempat penangkapan gambar 360o
Lele dan peternakan Ayam. Sedangkan didalamnya terdapat pengelolaan tempat sampah dan pemberdayaan Maggot seperti yang ditampilkan pada gambar 4.4.
Terdapat 5 sektor lokasi yang akan diambil untuk perekaman foto dan video 360o yaitu diantaranya tempat pengumpulan sampah (organic dan non-organic), tempat pemilahan sampah, tempat pemberdayaan maggot, tempat budidaya ternak ikan Lele, dan tempat budidaya ternak ayam. Pengambilan gambar tersebut dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan penempatan yang pas (posisi kamera berada di center (pusat) tiap tempat). Selain itu, posisi seseorang diusahakan menghindar dari depan kamera agar tidak mengganggu pengambilan foto.
Penyampaian Ilmu terkait kamera 360
Mengetahui bahwa kamera 360o merupakan teknologi yang awam untuk dikenalkan, penulis beserta mahasiswa mencoba melakukan pendekatan yang mudah dimulai dari dasar kegunaan kamera 360o dan penerapan kamera 360o. Penyampaian ilmu ini diberikan kepada perwakilan pihak pengelola sampah organic dan non-organik yaitu pak Rudi dan pak Tatang.
Penyampaian Ilmu terkait kamera 360
Sistem kerja kamera hampir sama dengan menggunakan kamera DSLR. Namun yang membedakannya dalam pengambilan gambar ialah, proses pengambilan gambar maupun video yang cukup lama. Hal ini dikarenakan gambar akan di scan secara memutar yang kurang lebih memakan waktu 1 – 5 menit.
Hasil Karya
Kantor Binaan Desa Banjarsari

Gambar 4.5. Tampilan Awal virtual tour 360° Desa Binaan Banjarsari
Aplikasi rancangan yang digunakan dalam pembuatan dokumentasi kamera 360° ini menggunakan aplikasi TurboLauncher, aplikasi ini awalnya digunakan untuk perancangan gim, namun juga dapat dimanfaatkan untuk pengadaptasian situs dokumentasi berbasis 360°. Alur pengambilan gambar atau “shot” kamera 360° diawali dari area kantor Binaan Desa Banjarsari sebagai titik awal navigasi.
Pada tampilan awal (area luar kantor), disediakan dua elemen ikon berbentuk elips putih, yaitu (3) dan (4) seperti pada Gambar 4.5. Ikon ini berfungsi sebagai ikon interaktif dimana pengunjung virtual tour 360° berpindah maupun bergerak. untuk ikon elips (3), pengunjung virtual akan diajak menuju isi ruang kantor Desa Banjarsari. Sedangkan untuk elips (4), pengunjung virtual akan diajak menuju ruang resepsionis

Gambar 4.6. Tampilan virtual tour kamera 360° Lobi Kantor Desa Binaan Banjarsari
Bila pengunjung virtual tour memilih ikon elips (3), tampilan akan berubah menjadi ruang lobi kantor yang mencakup Ruang Tunggu Tamu (5), Ruang Aula (6), Ruang Pegawai (7), dan Ruang Kepala Desa (8) Seperti dalam Gambar 4.6. Pengunjung dapat dengan bebas memilih rute, dan Ketika pengunjung menekan masing-masing ikon elips, pengunjung akan dipindahkan ke tiap ruangan dan dapat melihat secara detil gambaran dari ruangan tersebut.
Pemanfaatan kamera 360° dengan sebagai media virtual tour dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat khususnya pegawai dalam memperkenalkan maupun menunjukkan kantor kepala Desa. Selain itu, virtual tour ini dapat memudahkan pengunjung dapat melihat tampilan secara keseluruhan tanpa perlu berkunjung langsung ke tempat.
Virtual Tour 360* Pusat Olah Organik

Gambar 4.7. Tampilan Layar Lokasi Pengelolaan Sampah Olah Organik
Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2025
Pada tampilan berikutnya, virtual tour 360° tidak hanya menampilkan ruang kantor binaan, namun juga mengarahkan pengunjung virtual tour 360° untuk melihat area Usaha Menengah Kecil Mikro (UMKM) yang ada di Desa Banjarsari tersebut. Salah-satu UMKM ini adalah pusat tempat Pengelolaan Sampah Organik, yang merupakan fasilitas pengelolaan limbah yang ada di desa tersebut.
Pada tampilan, pengunjung virtual tour diperlihatkan elemen teks informatif (2) nama usaha Tempat Pengelolaan Sampah Organik dan Keterangan Lokasi Wilayah (3) Seperti pada Gambar 4.7. Penamaan ini ditampilkan agar pengunjung dapat secara langsung memahami posisi lokasi yang sedang ditampilkan. Pengunjung juga diberikan kemudahan dalam mengeksplorasi gambaran disekitar secara utuh. Setelah itu, pengunjung virtual tour 360° dapat menekan ikon elips untuk menuju bangunan pengelolaan sampah organik.

Gambar 4.8. Tampilan Layar pemilihan dan pengolahan sampah untuk pakan Maggot
Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2025
Setelah Pengunjung menekan icon tersebut, layer kemudian bergerak (berpindah) dan menampilkan halaman depan bangunan pengelolaan sampah organik. Pada tambilan, pengunjung dihadapkan dengan terdapat 3 buah gambar elips yang nantinya akan mengarahkan pengunjung virtual tour 360° ke area yang berbeda. Area-area tersebut diantaranya terdapat area Pengelolaan Sampah Organik dan Budidaya Maggot (4), Area Budidaya Ayam Petelur (5), dan Area Budidaya Ikan Lele (6) Seperti pada Gambar 4.8. Pengunjung bebas untuk memilih masing-masing area tersebut.
Tiga area ini menjadi bertujuan untuk memberikan pengenalan alur kerja dan ruang lingkup pengelolaan limbah, dimulai dari tahap pengumpulan sampah, proses pemilahan sampah dan pemberian pakan sampah untuk Maggot seperti pada Gambar 4.9. Kehadiran maggot disini selain untuk budidaya, juga dapat menjadi bahan pakan alternatif untuk pemberdayaan pakan ayam dan juga lele. Informasi Maggot juga dapat pengunjung dapatkan Ketika mengetuk atau “klik” Ikon yang berhuruf “i” pada virtual tour 360°.

Gambar 4.9. Tampilan Dalam Ruangan Pengelolaan Sampah Organik dan Budidaya Maggot
Dengan demikian, pengunjung virtual tour 360° tidak hanya memperoleh Gambaran keseluruhan Lokasi, namun pemanfaatan kamera ini menjadi sebuah media promosi kepada masyarakat secara tidak langsung untuk memperkenalkan UMKM dari Desa Binaan Banjarsari.
Kesimpulan Pelaksanaan
Pengelolaan sampah organic yang terletak pada Desa Banjarsari memiliki potensi branding seperti halnya pada pemanfaatan daur ulang sampah melalui maggot yang menghasilkan pupuk organic serta pakan hewan ternak. Media kamera 360° sebagai alat promosi dan branding mampu memberi solusi yang inovatif dan praktis mengambil gambar ruangan menyeluruh.
Berdasarkan segi penggunaan kamera untuk kebutuhan masyarakat, termasuk pihak pengelola. Pemberdayaan ilmu penggunaan kamera ini cukup penting dikarenakan dapat membantu pihak pengelola dalam memperkenalkan lokasi serta tempat pengelolaan sampah organic melalui maggot.
Pendekatan yang dilakukan adalah dengan merancang virtual tour 360° berdasarkan kebutuhan mitra yaitu mengenai pengelolaan sampah organik melalui maggot, menggunakan kamera 360o beserta fiturnya, kemudian disusul dengan merancang melalui perangkat lunak 3D Vista.
Saran
Pemanfaatan media kamera 360o sangat efektif digunakan dalam kebutuhan virtual tour dan dijadikan sebagai media promosi maupun branding. Penulis mengharapkan agar pemanfaatan media ini dapat dikembangkan tidak hanya pada promosi virtual tour ruangan, melainkan pada sector-sektor yang penting yang memerlukan perhatian dari masyarakat.
Bandung — Galeri Idealoka Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University kembali menghadirkan ruang dialog kreatif melalui pameran bertajuk “Journal That’s Entirely Yours”, yang dilaksanakan pada 4 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026. Pameran ini merupakan respons positif Galeri Idealoka terhadap meningkatnya minat untuk mengeksplorasi hubungan antara praktik artistik dan penelitian ilmiah dalam konteks seni kontemporer.
Berbeda dari pameran seni umumnya, kegiatan ini melibatkan para dosen dan juga tenaga penunjang akademik sebagai seniman yang menampilkan karya sekaligus jurnal pribadi mereka. Melalui pendekatan tersebut, pameran ini mengajak audiens untuk melihat para artist bukan semata melalui identitas profesionalnya, tetapi juga melalui keseharian yang menyusun subjektivitas mereka. Jurnal-jurnal yang dipamerkan memuat narasi personal: dari kisah seorang ibu yang merawat kebun, pekerja paruh waktu yang mencatat mimpi-mimpinya, hingga pengamat jalanan yang terobsesi pada detail kecil seperti retakan trotoar.


Keragaman ini memberi gambaran bahwa kreativitas tidak hanya hadir di ruang akademik atau profesional, tetapi justru tumbuh di antara aktivitas sehari-hari. Melalui rekaman visual maupun tekstual dalam jurnal, pengunjung diajak untuk membongkar batasan peran yang selama ini dilekatkan pada titel “seniman” atau “dosen”.
Pameran “Journal That’s Entirely Yours” pada akhirnya menjadi ajakan untuk melakukan riset personal terhadap subjektivitas orang lain. Audiens berperan bukan hanya sebagai pengunjung, tetapi sebagai pembaca dan penafsir yang diundang untuk meluangkan waktu, meresapi keintiman, dan membangun makna mereka sendiri atas narasi yang disajikan.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas cara pandang terhadap proses kreatif, sekaligus memperkuat posisi Galeri Idealoka sebagai ruang refleksi, kolaborasi, dan eksplorasi seni di lingkungan Fakultas Industri Kreatif Telkom University.
CONGRATULATIONS!!!
Tim MengTuru berhasil meraih medali emas Juara 1 pada Divisi 5 Animasi kompetisi Pagelaran Mahasiswa Nasional Teknologi Informasi Komunikasi (GemasTIK) XVIII 2025.
Anggota Tim:
1. Safira Tabina Aqila – Desain Komunikasi Visual 2021
2. Anisa Sahara Nugraha – Desain Komunikasi Visual 2024
3. Resqina Qassalmi – Desain Komunikasi Visual 2024
Dosen Pembimbing:
Riky Taufik Afif, S.Pd., M.Pd.

Mengusung tema mendukung kemandirian bangsa dalam keberagaman melalui TIK sesuai asta cita, MengTuru membawa SDGs 15 (Life on Land) dan asta cita kedua. Animasi dengan judul Juma Rayat menceritakan Audrey dan Meng yang menemukan masalah di ladang rakyat yang terserang hama ulat grayak. Audrey dan Meng menciptakan alat inovatif yang dapat membasmi hama ulat grayak di ladang jagung.
Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa untuk terus berprestasi dan membawa nama baik fakultas maupun universitas. ??
Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (MoA) dengan Punk Scholars Network (PSN) Indonesia pada 24 Oktober 2025 di Yogyakarta. Penandatanganan ini merupakan bagian dari agenda kunjungan tim FIK untuk memperluas jaringan kolaborasi akademik dan kreatif di tingkat nasional dan internasional.
Melalui kerja sama ini, FIK Telkom University dan PSN Indonesia berkomitmen menyelenggarakan International Conference dan International Exhibition yang menjadi wadah pertukaran gagasan, riset, serta praktik kreatif antara dunia akademik dan komunitas budaya alternatif.
Kolaborasi ini menegaskan semangat kedua pihak dalam membangun ekosistem industri kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Ke depan, kerja sama ini akan diperluas melalui kegiatan seperti riset bersama, lokakarya tematik, serta program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pengembangan kreativitas dan budaya kontemporer.

Kegiatan Pengabdian Masyarakat yaitu Pemanfaatan Abu Pembakaran Sampah Anorganik Sebagai Material Bangunan Non Struktural yang melibatkan Partisipasi Pengelola TPS3R Lembangsari Desa Tarumajaya Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung yang didanai oleh DRTPM telah dilaksanakan. Dengan di ketuai oleh Dosen Fakultas Industri Kreatif Universitas Telkom yaitu Fajar Ciptandi, dengan anggota Tim Ira Wirasari dan Ayub Ilfandy, kegiatan ini bertujuan untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan dengan meminimalisir sampah anorganik yang ada di kawasan Desa Tarumajaya dengan memanfaatkan abu pembakarannya menjadi produk alternatif. Selain itu potensi pelestarian lingkungan melalui pengurangan konsumsi SDA untuk pembuatan material bahan bangunan, digantikan dengan menggunakan bahan baku dari abu sisa pembakaran sampah anorganik.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam beberapa tahap yaitu:
Untuk kemudian nanti akan dilanjutkan dengan tahap 4 dan 5, untuk evaluasi dan penutupan kegiatan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini meningkatkan potensi peningkatan pengetahuan terhadap urgensi pengelolaan sampah secara baik mendorong inisiatif masyarakat untuk melestarikan lingkungan, serta peningkatan keterampilan teknis turut membantu masyarakat untuk dapat mengembangkan produk secara mandiri. Serta dampak dan manfaat lainnya adalah memberikan kualitas kehidupan yang lebih baik dan sehat dengan terbentuknya siklus baru dalam mengolah sampah dengan memanfaatkan limbah hasil pembakaran sampah menjadi produk fungsional. Hal ini turut mendukung upaya-upaya pelestarian lingkungan secara berkelanjutan.




Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University resmi menjalin kerja sama dengan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra (FISS) Universitas Pasundan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (MoA). Sebelum penandatanganan dilaksanakan, kegiatan diawali dengan Bincang Budaya FIK yang menghadirkan Budi Setiawan Gp, S.Li., M.H., M.Sn., atau yang lebih dikenal sebagai Budi Dalton, selaku Dekan Fakultas Ilmu Seni dan Sastra Universitas Pasundan. Dalam sesi ini, beliau membawakan materi bertema “Membangun Poros dari Utara ke Selatan: Seni, Budaya, dan Gairah Kreatif dari Dua Wajah Bandung.”
Melalui kegiatan ini, peserta diajak menelusuri dinamika kota Bandung yang unik—bagaimana Bandung Selatan dengan akar tradisinya dan Bandung Utara dengan gaya hidup urban berpadu, membentuk identitas budaya dan industri kreatif yang saling memperkaya. Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, menyoroti pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam memperkuat ekosistem seni dan budaya.

Usai sesi bincang budaya, acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoA antara FIK Telkom University dan FISS Universitas Pasundan, yang menjadi tonggak kerja sama akademik dalam bidang seni, budaya, dan industri kreatif. Penandatanganan ini diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan sesi foto bersama, yang menandai komitmen kedua fakultas untuk terus mempererat hubungan kolaboratif dalam pengembangan keilmuan dan kreativitas di masa depan.
Penyelenggaraan Pameran Skenaria 2025 kembali menjadi implementasi berkelanjutan Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Industri Kreatif Telkom University dalam memberikan ruang bagi mahasiswa untuk bereksplorasi, berinovasi, dan menampilkan hasil dari proses kreatif mereka melalui karya tugas akhir kepada publik. Pameran ini menampilkan puluhan karya terbaik mahasiswa DKV dari 4 peminatan, kelas internasional, dan proyek hasil kolaborasi dengan mitra sebagai bagian dari tugas akhir yang menggabungkan riset, eksplorasi visual, dan penerapan konsep desain secara profesional.
Melalui tema Tilik, Skenaria di tahun ini menghadirkan semangat baru untuk melihat makna lebih dalam di balik karya visual, serta menegaskan bahwa tugas akhir bukan hanya sekadar capaian akademik, melainkan wujud refleksi, riset, dan pesan visual yang layak diapresiasi oleh masyarakat luas.
Rangkaian kegiatan dalam pameran Skenaria 2025 melibatkan kolaborasi antara mahasiswa, dosen, alumni, dan pelaku industri kreatif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pameran karya, tetapi juga berfungsi sebagai media yang menghubungkan dunia akademik dengan industri. Melalui sharing session dan talkshow bersama praktisi, alumni, dan komunitas desain, pameran ini menghadirkan para ahli dari berbagai bidang industri kreatif.


Para Ahli yang hadir memiliki spesialis mulai dari human centered design, user experience design, periklanan, desain interaktif, hingga arsitektur visual – antara lain Auladzin Lazuardi (Labtek Indie) dan Endah Nursalehah (UXiD Bandung), Indra Fajar (Senior Copywriter, Dentsu Creative); Okke M. Ichsan (Principal Designer, Studio Sunday); Izhar Fathurrohim (Graphic Handler) dan Claudia Novreica (Grafis Nusantara). Kehadiran para praktisi tersebut memperkaya wawasan mahasiswa tentang relevansi karya mereka di dunia industri dan mendorong pemahaman mendalam tentang bagaimana ide desain dapat diterapkan dalam konteks nyata.
Skenaria 2025 juga menghadirkan kegiatan pendukung Skenaria International Challenge yang merupakan pameran dan kompetisi berskala internasional yang digelar di Galeri Idealoka, Fakultas Industri Kreatif Telkom University. Tahun ini, kegiatan tersebut melibatkan 6 negara peserta serta siswa SMA/SMK dari 16 provinsi di Indonesia, dengan lebih dari 300 karya yang dikirimkan. Pemenang terpilih memperoleh penghargaan serta golden ticket untuk melanjutkan studi di Telkom University. Inisiatif ini menjadi wujud nyata komitmen kami dalam memperluas jejaring kolaborasi global sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berani berkarya sejak dini.
Lebih dari sekadar pameran, Skenaria 2025 juga menjadi bagian dari Bandung Design Biennale (BDB) yang merupakan perhelatan desain dua tahunan yang mempertemukan akademisi, komunitas, dan pelaku industri kreatif. Keterlibatan Skenaria dalam DBD menunjukkan keaktifan Telkom University dalam mendukung ekosistem kreatif Bandung sebagai City of Design versi UNESCO, sekaligus memperluas pengaruhnya di kancah desain nasional dan internasional.


Ketua Program Studi S1 Desain Komunikasi Visual, Arief Budiman S.Sn., M.Sn., mengungkapkan harapannya atas terselenggarakannya kegiatan Pamera Skenaria ini “Kegiatan seperti ini kedepannya diharapkan terus mendapat dukungan penuh dari seluruh pihak, baik dari lingkungan kampus, industry, maupun komunitas kreatif agar tetap menjadi ruang apresiasi, edukasi, dan kolaborasi yang berkelanjutan. Dengan dukungan yang konsisten, Skenaria akan terus tumbuh sebagai medium penting yang melahirkan desainer muda inovatif dan berdaya saing global, sekaligus memperkuat kontribusi Telkom University dalam perkembangan ekosistem kreatif Indonesia”
SWASTAMITA merupakan serangkaian kegiatan pameran karya dan pagelaran busana tahunan yang diselenggarakan oleh Program Studi S1 Kriya Tekstil dan Fashion. Kegiatan ini diisi dengan beragam karya mahasiswa yang dipamerkan yang menunjukan proses pengembangan gagasan, kreativitas dan karakter dari setiap mahasiswa sehingga menghasilkan karya yang berkarakter yang tidak terlepas dari pengaruh lingkungan dan budaya nusantara serta beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi.
SWASTAMITA 2025 mengangkat tema “RITES DISRUPTED: Fragments of the Past”, sebuah refleksi tentang bagaimana tradisi tidak ditinggalkan, tetapi dibayangkan ulang. Di tengah hiruk pikuk kota global dan arus modernisasi, wastra Nusantara hadir sebagai bentuk keberanian budaya yang berevolusi tanpa kehilangan akar. Disrupsi di sini bukan bentuk perusakan, tapi strategi untuk melahirkan makna baru mengubah warisan menjadi inovasi, menjadikan ritual sebagai medium ekspresi kontemporer. Melalui pendekatan regeneratif dan eksperimental, tema ini menegaskan bahwa identitas lokal bisa tetap hidup dan relevan dalam pusaran global.


SWASTAMITA kali ini tidak hanya menampilkan karya-karya mahasiswa internal Telkom University saja, tetapi juga karya mahasiswa kampus mitra yang berasal dari dalam dan luar negeri, diantaranya UniKL Malaysia, UiTM Malaysia, Chitkara University India, KMITL Thailand, Maranatha Christian University, STT Tekstil, dan Universitas Muhamadiyah. Selain itu, karya-karya kolaborasi dengan mitra industri dan komunitas diantaranya Wastra Tuban Lestari, GAMATEX dan Rajut Binong Jati.
Sinergi Lingkungan dan Akademik: ISI Bali dan Telkom University Gelar Kunjungan Pengolahan Sampah dan Tandatangani Perjanjian Kerja Sama.
Bandung, 17 Oktober 2025 – Telkom University menerima kunjungan dari Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dalam rangka kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA), sekaligus meninjau fasilitas pengolahan dan daur ulang sampah yang menjadi bagian dari upaya keberlanjutan lingkungan kampus.
Kegiatan diawali dengan tour ke area Pengolahan Sampah dan Daur Ulang Telkom University, di mana rombongan tamu dari ISI Bali berkesempatan melihat langsung sistem pengelolaan sampah berbasis ramah lingkungan yang diterapkan di lingkungan kampus. Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda untuk memperkenalkan berbagai inisiatif keberlanjutan yang dijalankan oleh Telkom University.
Dalam kegiatan tersebut, para tamu mendapatkan penjelasan mengenai proses pemilahan, pengolahan, hingga pemanfaatan kembali limbah yang dilakukan di fasilitas pengolahan sampah. Upaya ini merupakan wujud komitmen Telkom University dalam mendukung terwujudnya kampus berkelanjutan melalui penerapan praktik ramah lingkungan.


Usai kegiatan kunjungan pengolahan sampah, acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoU dan MoA. Kerja sama yang terjalin melalui MoU mencakup bidang Pendidikan, Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Pengembangan Sumber Daya Lembaga. Ruang lingkupnya meliputi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, program pemagangan mahasiswa, perbantuan tenaga ahli, kegiatan Kampus Berdampak, serta penyelenggaraan training, sertifikasi, seminar, workshop, conference, dan berbagai kegiatan ilmiah lainnya.
Sementara itu, MoA yang dijalin antara Fakultas Industri Kreatif Telkom University dan Program Pascasarjana ISI Bali berfokus pada kerja sama mahasiswa studi lanjut program doktor di ISI Bali. Melalui kesepakatan ini, diharapkan terjalin sinergi akademik yang dapat memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan dan riset di bidang industri kreatif.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Fakultas Industri Kreatif Telkom University juga melaksanakan agenda “Kerja Sama Percepatan Studi Lanjut Dosen FIK dengan ISI Bali”. Melalui program ini, FIK menjalin kemitraan strategis dengan ISI Bali untuk mendukung pengembangan kualitas sumber daya dosen melalui studi lanjut jenjang doktoral (S3). ISI Bali menjadi salah satu perguruan tinggi yang menjalin kerja sama ini karena memiliki program doktoral yang relevan dengan bidang seni, desain, dan budaya, yang selaras dengan fokus akademik FIK.
Kegiatan kunjungan dan penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat sinergi antara Telkom University dan ISI Bali, tidak hanya di bidang akademik dan riset, tetapi juga dalam mewujudkan visi bersama menuju pendidikan tinggi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan.
Bandung, 24 September 2025 – Program Studi S1 Desain Interior, Fakultas Industri Kreatif Telkom University kembali menggelar pameran tugas akhir bertajuk Rampung 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 22–23 September 2025 di Fragment Project, Dago, Bandung. Dengan mengusung tema “Merayakan Karya, Merangkai Cerita”, Rampung 2025 menjadi ajang apresiasi dan selebrasi karya mahasiswa angkatan 2021 yang telah menyelesaikan studi mereka.
Selain pameran karya, kegiatan ini juga menghadirkan rangkaian seminar dan workshop yang diisi oleh para narasumber dari berbagai bidang industri kreatif, di antaranya: Muhammad Dale Nugraha, S.Ds. (PT. Amaqita Creative Solution), Ratih Handayani, S.Ds. (HarAa Studio), Steven Lie Sundjaja, B.Des.(Hons) (Matter of Something/MOS), Adi Surya Triwibowo, S.Sn., M.Ars. (Ketua Umum HDII Pusat), Mega Pitriani Puspita, S.Ds. (HIMKI), serta Lia Marlia, S.Sos., M.I.Kom. (Karir dan Alumni Telkom University). Kehadiran para praktisi ini memberikan ruang pembelajaran sekaligus memperkuat jejaring antara mahasiswa, akademisi, dan dunia profesional.


Ketua Pelaksana Rampung 2025, Akhmadi, S.T., M.Ds., menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menjadi wadah apresiasi karya tugas akhir mahasiswa serta membangun ruang interaksi dengan berbagai pihak. “Rampung 2025 tidak hanya menampilkan karya terbaik yang sudah terkurasi, tetapi juga membuka ruang cerita antara mahasiswa, dosen, alumni, praktisi, asosiasi, serta pelaku industri kreatif. Dengan begitu, Rampung 2025 diharapkan menjadi jembatan untuk memperkenalkan potensi lulusan kepada dunia profesional sekaligus memperkuat citra Program Studi Desain Interior di mata masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Akhmadi berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mempresentasikan karya secara profesional, sekaligus melahirkan jejaring baru yang bermanfaat bagi karier di masa depan. Ia juga menyampaikan pesan agar Rampung 2025 menjadi momen kebersamaan dan perpisahan yang penuh makna bagi angkatan 2021. “Semoga kegiatan ini menjadi panggung terakhir yang berkesan sebelum benar-benar rampung berkuliah dan melangkah ke dunia profesional. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung, baik dari Fakultas Industri Kreatif, Program Studi Desain Interior, maupun para sponsor yang telah bekerja sama,” tambahnya.




Sebagai penutup rangkaian acara, Rampung 2025 menghadirkan sesi awarding untuk memberikan apresiasi kepada mahasiswa dengan karya terbaik. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas dedikasi, kreativitas, dan kerja keras mahasiswa selama proses perkuliahan, sekaligus memotivasi mereka untuk terus berkarya di dunia profesional setelah lulus.
Fakultas Industri Kreatif Telkom University Resmi Tandatangani Kerja Sama dengan Galeri Nasional dalam Program Kampus Berdampak
Jakarta, 11 September 2025 – Fakultas Industri Kreatif (FIK) Telkom University resmi menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) dengan Museum Cagar Budaya unit Galeri Nasional. Kerja sama ini diinisiasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi akademik, khususnya dalam pelaksanaan Program Kampus Berdampak. Melalui perjanjian ini, FIK Telkom University berkomitmen untuk menghadirkan proses pembelajaran yang otonom dan fleksibel serta mempersiapkan mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja dengan kompetensi yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri.
Kerja sama ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat link and match antara perguruan tinggi dengan dunia profesional, sehingga mahasiswa tidak hanya unggul dalam aspek akademik, tetapi juga siap bersaing di dunia profesional dengan karakter yang kreatif dan adaptif.
Penandatanganan MoA ini menjadi awal dari sinergi berkelanjutan antara Telkom University dan Galeri Nasional. Kedua belah pihak berharap kerja sama ini dapat memberikan dampak nyata bagi pengembangan pendidikan, pelestarian budaya, dan penguatan ekosistem kreatif di Indonesia.


Visit Galeri Nasional Indonesia:
https://museum.kemenbud.go.id/museum/profile/galeri+nasional+indonesia
Fakultas Industri Kreatif Telkom University kembali menghadirkan pameran internasional tahunan Merah Delima dengan tema “FLAME: Reclaiming the Space of Beauty”. Kegiatan ini diselenggarakan pada 25 Agustus 2025 di Galeri Idealoka, Fakultas Industri Kreatif Telkom University, sebagai ruang bagi seniman, dosen, dan akademisi untuk merepresentasikan gagasan tentang kecantikan yang plural, lentur, personal, dan membebaskan.
Pameran ini tidak hanya menampilkan karya seni tetapi juga menghadirkan sesi presentasi kuratorial dari Axel Ramadhan Ridzky, M.Sn., dan Assoc. Prof. Ahamad Tarmizi bin Azizan, PsD. Selain itu, acara ini juga menghadirkan pertunjukan seni tunggal oleh Dr. Ranti Rachmawanti. Dalam penampilannya, ia mengeksplorasi simbol, gerak tubuh, serta penggunaan media sederhana seperti lilin dan topeng. Pertunjukan ini memberi pengalaman emosional yang kuat, menghadirkan refleksi tentang kehidupan, identitas, serta hubungan manusia dengan simbol-simbol keseharian.


Ketua Pelaksana Pameran Merah Delima 2025, Dr. Ranti Rachmawanti, menyampaikan, “Pameran Merah Delima ini merupakan sarana bagi para dosen wanita untuk mengekspresikan gagasan, pikiran, dan perasaannya dalam bentuk karya seni. Pada tahun ini, tema Flame: Reclaiming the Space of Beauty berupaya untuk mengambil kembali ruang dirinya dengan merepresentasikan simbol api dalam dirinya. Harapannya, pameran ini menjadi ajang yang berkelanjutan di masa depan, sebagai pameran internasional dari FIK.”
“FLAME: Reclaiming the Space of Beauty” menjadi ajang bagi para akademisi perempuan untuk merayakan keberadaan mereka, berbagi ide, serta menyalakan kembali api dalam diri yang menghadirkan kecantikan sebagai ruang wacana, perlawanan, dan kelembutan. Dengan semangat ini, pameran Merah Delima 2025 memperkuat peran pendidikan seni dalam memajukan diskursus perempuan di ranah seni dan budaya, baik nasional maupun internasional.
Fransmiki craft merupakan UMKM yang mempunyai fokus pada produksi kerajinan boneka flanel dengan konsep etnik nusantara dan totebag etnik nusantara. Fransmiki mempunyai misi untuk memperkenalkan keragaman budaya nusantara dan memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu produk yang dihasilkan dapat dijadikan alat penunjang edukasi keragaman budaya nusantara pada masyarakat umum.
Keragaman produk boneka etnis Fransmiki memberikan potensi untuk pengembangan desain kemasan. Aktivitas pengabdian masyarakat dengan skema teknologi tepat guna merupakan kelanjutan dari kegiatan pengabdian masyarakat period 2 2024 yang memberi focus pada pengembangan kemasan produk boneka etnis Bali. Untuk kegiatan pengabdian masyarakat periode 1 2025 kali ini akan difokuskan pada produk boneka etnik Dayak, Minangkabau dan Palembang. Keunggulan produk yang detail dan pengerjaan yang rapih menjadikan produk ini memiliki kualitas yang tinggi. Namun dukungan dari kemasan yang merepresentasikan kualitas baik dari produk tersebut diharapkan dapat meningkatkan emosi dengan calon konsumen. Perancangan kemasan dan informasi produk inilah yang menjadi fokus dalam kegiatan pengabdian masyakarat. Solusi desain dalam aktivitas ini diharapkan dapat meningkatkan produk Fransmiki menjadi produk yang berdaya jual dan berkualitas tinggi. Sehingga target pasar dapat diperluas dari pangsa lokal ke pangsa internasional.
Fransmiki mulai berdiri pada bulan Mei 2019 di Surakarta Jawa Tengah (Gambar 1). Setelah beberapa tahun berjalan akhirnya pada tahun 2021 mulai serius menekuni kerajinan tangan boneka yang bertemakan pakaian adat nusantara. Dan mulai memperkenalkan boneka pakaian adat dengan bergabung di komunitas-komunitas UMKM yang ada di Surakarta, serta mulai aktif mengikuti pameran yang ada.

Gambar Logo UMKM Fransmiki Fransmiki mempunyai misi untuk memperkenalkan keragaman budaya nusantara dan memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar. Selain itu produk yang dihasilkan dapat dijadikan alat penunjang edukasi keragaman budaya nusantara pada masyarakat umum. Produksi produk boneka etnik ini dilakukan secara manual (handmade) dengan detail dan kualitas yang baik.

Solusi yang ditawarkan pada masyarakat sasar UMKM Fransmiki adalah perancangan desain kemasan beserta pengelolaan informasi data produk dengan tema yang sama dari perancangan kemasan produk etnik adat Bali (Gambar 8). Untuk solusi aktivitas pengabdian masyarakat teknologi tepat guna difokuskan pada kemasan boneka etnik Dayak, Sumatera Selatan dan Minangkabau. Hasil rancangan kemasan ini diharapkan dapat meningkatkan minat beli target konsumen dan sekaligus memberikan edukasi keragaman etnik Nusantara yang ada di Indonesia.
Pelaksanaan
Hari, tanggal : Januari 2025 – Juli 2025
Waktu : 08.00-17.00
Tempat : Bandung, Solo
Pelaksanaan pengabdian Masyarakat dilakukan di Bandung dengan berkonsultasi dengan owner Fransmiki yang berada di Solo. Komunikasi untuk mendapatkan data dan diskusi dilakukan via online meeting dan Whatsapp. Perancangan kemasan secara utama menggunakan software pengolah vector berupa Adobe Illustrator, Adobe Photoshop. Pencetakan kemasan dilakukan di Bandung. Proses desain selalu dikomunikasikan dengan owber Fransmiki

Proses menandatangan kartu sertifikat oleh pembuat sekaligus owner Fransmiki. Memasukkan produk boneka etnik rancangan Fransmiki dalam kotak kemasan masing-masing yang sudah dihasilkan dalam kegiatan abdimas.

Rancangan kemasan final dengan 6 macam kotak untuk etnik Dayak (pria, wanita), etnik Minangkabau (pria, wanita), dan Palembang (pria, wanita). Kemasan sudah diserahterimakan pada pada masyarakat pemilik UMKM Fransmiki
Produk suvenir boneka etnis diletakkan di dalam kotak dengan dialasi dengan busa hitam dan diberikan ikatan sehingga posisi produk suvenir itu dibuat dalam keadaan stabil. Hasil dari kemasan produk suvenir ini diharapkan dapat meningkatkan keterlibatan emosional traveler yang akan membeli produk suvenir ini.
Tim Abdimas:
Ketua:
ANDREAS RIO ADRIYANTO (NIP: 14740021)
Anggota:
ARIA AR RAZI (NIP: 24910003)
ADYA MULYA PRAJANA (NIP: 23780005)
Anggota Mahasiswa:
ZAMZAM SULAIMAN ABIDIN (NIM: 1601223184)
ANDIKA RACHMAT SAPUTRA (NIM: 1601223311)
MAGHFIRA AMARTYA SAPUTRA (NIM: 1601213156)